Lamongan Sukses Realisasikan Program Pendidikan Inklusif Melalui Perintis

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi berharap, kehadiran beasiswa perintis dapat memberikan akses pendidikan yang sama untuk seluruh kalangan masyarakat, sehingga tidak ada masyarakat yang tidak bisa mengenyam pendidikan karena biaya. 

23 Mar 2024 - 14:00
Lamongan Sukses Realisasikan Program Pendidikan Inklusif Melalui Perintis
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi Pak saat safari ramadan di Banjargondang, Bluluk, Lamongan ( Foto : Dok /Atma/SJP)

Kabupaten Lamongan, SJP - Pemkab Lamongan memperluas akses pendidikan dengan memberikan kesempatan yang sama untuk seluruh masyarakat di seluruh wilayah melalui program perintis (pendidikan berkualitas dan gratis).

Program yang telah berjalan sejak 2021 tersebut telah mengcover sebanyak 12.986 siswa/mahasiswa. Tercatat di tahun 2023 terdapat 6.466 penerima beasiswa mulai dari tingkat SD sederajat hingga S2. 

Melalui anggaran sebesar Rp 6,230 milyar beasiswa perintis tersalurkan untuk SD/ MI (3000 siswa), SMP/ MTs (1800 siswa), SMA/ SMK/ MA (568 siswa), S1 Baru Gaskin (225 mahasiswa), S1 On Going (41 mahasiswa), S1 Prestasi (30 mahasiswa), S1 Guru PAUD (50 mahasiswa), S1 Guru Inklusi (10 mahasiswa), S2 Baru (2 mahasiswa), S1 Perpanjangan (738 mahasiswa), S2 Perpanjangan (1 mahasiswa), S1 Perpanjangan Guru (1 mahasiswa).

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi berharap, kehadiran beasiswa perintis dapat memberikan akses pendidikan yang sama untuk seluruh kalangan masyarakat, sehingga tidak ada masyarakat yang tidak bisa mengenyam pendidikan karena biaya. 

“Bapak ibu, silahkan dimanfatkan sebaik-baiknya beasiswa yang sudah diberikan pemerintah, nanti akan disurvey. Hari ini sudah hampir 6500 dari tingkat SD, SMP, SMA yang diberikan. Pemeirntah tidak ingin ada anak Lamongan yang tidak sekolah krena biaya monggo di gulawentah (merawat) apa yang diberikan,” tutur Pak Yes saat safari Ramadan di Banjargondang, Bluluk, Lamongan, Sabtu (23/3/24).

Tidak hanya itu, dalam mendukung akselerasi pendidikan, Pemkab Lamongan mendekatkan pelayanan perpustakaan keliling yang hadir di berbagai wilayah Lamongan.

Dari awal tahun hingga 22 Maret program ini telah hadir di 76 lembaga pendidikan maupun kecamatan. 

Kontribusi ini mampu memberikan dampak positif terhadap tingkat kegemaran membaca (TGM) Kabupaten Lamongan yang mengalami kenaikan dari 65,90 persen di tahun 2022 menjadi 66,21 di tahun 2023. 

Tidak hanya itu, IPM Lamongan mengalami peningkatan dari 74,02 di tahun 2022 menjadi 74.53 (kategori baik) ditahun 2023.

Sementara rata-rata lama sekolah Kabupaten Lamongan saat ini berada diangka 8,34 dengan harapan lama sekolah yang sudah mencapai 14,02 tahun (setara lulus D2). (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow