Bupati Probolinggo Tegas Larang ASN Gunakan LPG 3 Kg, Distribusi Diperketat

Kelangkaan LPG 3 kg di Probolinggo jadi perhatian serius. Bupati Gus Haris mengimbau ASN dan masyarakat mampu untuk tidak menggunakan gas subsidi agar tepat sasaran. Pengawasan diperketat, sidak digelar di 24 kecamatan, hingga operasi pasar disiapkan.

17 Apr 2026 - 18:19
Bupati Probolinggo Tegas Larang ASN Gunakan LPG 3 Kg, Distribusi Diperketat
Bupati Probolinggo, Mohammad Haris (Foto: Rizky Putra/ SJP)

PROBOLINGGO, SJP - Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengambil langkah tegas dalam menyikapi kelangkaan LPG 3 kilogram (kg) atau yang kerap disebut gas melon. Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Probolinggo agar tidak menggunakan LPG bersubsidi tersebut.

Menurut Haris, yang akrab disapa Gus Haris, LPG 3 kg merupakan barang subsidi yang peruntukannya sangat jelas, yakni bagi masyarakat berpenghasilan rendah, petani, nelayan, serta pelaku usaha mikro. Karena itu, ia menegaskan agar ASN maupun masyarakat mampu tidak ikut menggunakan gas tersebut.

“Saya atas nama kepala pemerintahan Kabupaten Probolinggo mengimbau teman-teman ASN agar secara bijak tidak menggunakan LPG 3 kilogram, termasuk masyarakat yang tergolong mampu,” ujar Gus Haris.

Tak hanya itu, ia juga memberikan peringatan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Gus Haris meminta agar operasional program tersebut tidak menggunakan LPG 3 kg.

“Teman-teman SPPG dimohon dengan bijak agar tidak menggunakan LPG 3 kilogram. Ini menjadi perhatian serius, dan nanti akan kami lakukan pengecekan,” tambahnya.

Menyikapi banyaknya keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas melon, Pemkab Probolinggo telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak Pertamina untuk menambah pasokan sekaligus memperlancar distribusi LPG 3 kg di wilayah tersebut.

Meski demikian, penambahan kuota yang dilakukan belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di lapangan. Gus Haris mengakui bahwa setiap tambahan pasokan selalu terasa kurang.

“Berapa pun penambahan itu selalu terasa belum mencukupi kebutuhan riil masyarakat,” ungkapnya.

Selama satu pekan terakhir, Pemkab Probolinggo juga melakukan berbagai langkah pengawasan. Salah satunya dengan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke pangkalan, agen, hingga jalur distribusi LPG 3 kg. Kegiatan ini dilakukan secara serentak di 24 kecamatan guna memastikan ketersediaan stok serta kestabilan harga.

“Kami telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk melakukan sidak dan sweeping terkait distribusi LPG, karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” jelasnya.

Gus Haris juga menegaskan tidak akan memberi ruang bagi pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi ini, seperti melakukan penimbunan atau praktik curang lainnya yang dapat menyebabkan kelangkaan dan lonjakan harga.

“Saya tidak akan memberikan toleransi kepada siapa pun yang memanfaatkan kondisi ini hingga LPG 3 kilogram menjadi langka dan mahal,” tegasnya.

Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) Gas Pertamina Malang V, Faisal Fahd, menjelaskan bahwa distribusi LPG 3 kg ke Kabupaten Probolinggo sejak awal April 2026 telah mencapai sekitar 436 ribu tabung.

Ia memastikan proses penyaluran berjalan lancar tanpa hambatan berarti, termasuk tambahan distribusi sebanyak 34 ribu tabung pada Kamis (16/4/2026). Namun, menurutnya, kelangkaan yang terjadi dipicu oleh dua faktor utama.

“Pertama adanya panic buying dari masyarakat, dan kedua ulah spekulan yang membuat distribusi LPG 3 kilogram menjadi tidak stabil,” jelas Faisal.

Sebagai langkah penanganan, pihaknya akan menggelar operasi pasar di sejumlah titik yang mengalami kelangkaan. “Jumlahnya akan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow