Terseret SK Palsu, Kades di Gresik Tertipu Bujukan Masuk ASN Jalur Orang Dalam
Ajakan terhadap para kerabat para kades itu karena permintaan oleh inisial AT yang merupakan mantan pegawai ASN Pemkab Gresik. AT diduga kuat menjadi dalang pemalsuan dokumen SK palsu ini.
GRESIK, SJP - Agus Priyono, pegawai aktif Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Gresik, mengakui turut menyeret sejumlah kerabat kepala desa (kades) menjadi korban penipuan rekrutmen pegawai Aparatur Sipil Negeri (ASN) yang ternyata menggunakan surat keputusan (SK) palsu.
Ia menyebut, ajakan terhadap para kerabat para kades itu karena permintaan oleh inisial AT yang merupakan mantan pegawai ASN Pemkab Gresik. AT diduga kuat menjadi dalang pemalsuan dokumen SK palsu ini.
Disinggung mengenai sejumlah kepala desa yang menjadi korban. Agus enggan menyebut jumlah pastinya.
"Kalau Kepala desa langsung ke sana (pak AT) entah transfer maupun langsung, saya tidak dikasih tahu," kata dia, Jumat (17/4/2026).
Agus mengungkap, para kepala desa ini, ada yang membawa sejumlah orang untuk mendaftar pegawai ASN secara kilat.
Ia menyebut, ada kepala desa yang membawa anak, mantu, maupun kerabat lainnya dengan membayar sejumlah nominal uang.
Pekerjaannya yang berkaitan langsung dengan para Kades memudahkan komunikasi dan ajakan pendaftaran ASN via orang dalam.
Menurut dia, ajakan tersebut merupakan bentuk langkah membantu teman, berinisial AT tersebut.
Disinggung mengenai apa yang membuat Agus percaya rekrutmen ASN via orang dalam hingga mengenalkan ke sejumlah kepala desa.
Ia mengaku hanya mengandalkan kedekatan antara AT dan Agung Endro Utomo selaku kepala BKPSDM.
Agus menduga total korban diperkirakan mencapai puluhan. Nominal uang yang ditransfer ke AT diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Sebelumnya, Agus juga mengaku sebagai korban penipuan lantaran anak dan kerabat sudah membayar uang ratusan juta namun SK yang diberikan ternyata palsu.
Sementara itu, kasus pemalsuan dokumen SK pengangkatan rekrutmen ASN ini tengah dalam penyelidikan pihak Polres Gresik.
Selain pelaporan pemalsuan dokumen, sejumlah korban yang tengah dirugikan atas dugaan penipuan rekrutmen ASN juga telah melapor dan dalam penyelidikan polisi. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

