Bupati Nganjuk: Bendera One Piece tidak Dilarang, Merah Putih tetap Dinomorsatukan

Kang Marhaen juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengibarkan bendera Merah Putih di setiap rumah, kantor, dan ruang publik selama bulan Agustus sebagai wujud kecintaan dan penghormatan kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan.

10 Aug 2025 - 20:24
Bupati Nganjuk: Bendera One Piece tidak Dilarang, Merah Putih tetap Dinomorsatukan
Bupati Marhaen Djumadi bersama istri (kerudung merah) saat di Desa Ngelawak Kertosono (kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP – Kontroversi pemasangan bendera bergambar tokoh atau simbol populer seperti “One Piece” menjadi perhatian Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi.  Orang nomor satu di Nganjuk ini tidak melarang bendera yang terinspirasi dari anime Jepang ini sepanjang tak mengandung unsur yang bertentangan dengan aturan dan norma yang berlaku.

“Tidak ada larangan untuk memasang bendera bergambar seperti One Piece, selama tidak melecehkan simbol negara. Tapi pesan saya, Merah Putih harus tetap dinomorsatukan, apalagi di bulan kemerdekaan,” tegas Marhaen Djumadi disela sela launching ruko di Desa Ngelawak, Minggu (10/8/2025).

Menurut bupati yang akrab disapa Kang Marhaen ini, bendera bergambar karakter fiksi seperti “One Piece” merupakan bagian dari ekspresi dan kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda. Namun, ia menekankan pentingnya mengutamakan bendera Merah Putih sebagai simbol negara. Selain itu, dia menekankan perlunya pemahaman mendasar sebelum memasang bendera.  "Boleh, tidak ada yang melarang, tapi, kalau tidak urgensi, ya gak usah dipasang," kata Kang Marhaen sembari tersenyum.

Tidak berhenti sampai di situ,  juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengibarkan bendera Merah Putih di setiap rumah, kantor, dan ruang publik selama bulan Agustus sebagai wujud kecintaan dan penghormatan kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan. (ADV)

Editor: Danu S

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow