Bupati Jember Tiadakan Open House Lebaran, Dalih Efisiensi Energi dan Anggaran

Pemkab Jember meniadakan open house Lebaran 2026 sebagai langkah efisiensi energi dan anggaran di tengah fluktuasi harga minyak dunia.

23 Mar 2026 - 10:13
Bupati Jember Tiadakan Open House Lebaran, Dalih Efisiensi Energi dan Anggaran
Open house yang biasanya digelar di Pendapa Wahyawibawagraha dipastikan tidak berlangsung tahun ini sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan efisiensi yang digaungkan pemerintah pusat. (Foto: beritasatu.com)

JEMBER, SJP – Pemerintah Kabupaten Jember memutuskan meniadakan agenda open house Lebaran tahun 2026. Kebijakan ini diambil Bupati Jember Muhammad Fawait dengan alasan efisiensi energi dan penghematan anggaran di tengah tekanan global akibat fluktuasi harga minyak.

Open house yang biasanya digelar di Pendapa Wahyawibawagraha dipastikan tidak berlangsung tahun ini. Pemerintah daerah memilih kembali pada konsep perayaan sederhana sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan efisiensi yang digaungkan pemerintah pusat.

Fawait menjelaskan, kondisi geopolitik di Timur Tengah berdampak pada naik turunnya harga minyak dunia, yang berimbas pada beban subsidi bahan bakar minyak (BBM). Karena itu, pemerintah daerah diminta mengambil langkah konkret untuk menekan konsumsi energi.

“Ketidakstabilan global membuat harga minyak fluktuatif. Jika konsumsi tidak dikendalikan, beban subsidi negara akan semakin besar,” ujarnya, Senin (23/3/2026).

Meski tanpa open house resmi, Fawait tetap membuka kesempatan bagi masyarakat untuk bersilaturahmi secara sederhana tanpa seremoni besar.

“Tahun ini tidak ada open house di pendapa. Kami kembali ke kesederhanaan, menerima tamu dengan cara yang lebih sederhana,” katanya.

Selain itu, Pemkab Jember juga tengah menyiapkan skema work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan energi, terutama dari operasional kantor dan mobilitas kendaraan dinas.

Melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), skema WFH masih dalam tahap pembahasan. Rencananya, ASN akan bekerja dari rumah selama satu hingga dua hari dalam sepekan.

Fawait memastikan seluruh kebijakan tersebut tidak akan mengganggu pelayanan publik. Ia menilai pengalaman selama pandemi Covid-19 menjadi acuan bahwa sistem kerja fleksibel tetap bisa berjalan optimal. (**)

Sumber: beritasatu.com

Editor: Danu 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow