Bukan Cuma Soal Asap, Pemkab Nganjuk Alokasikan DBHCHT untuk Berdayakan 180 Petani Tembakau di 4 Kecamatan
Langkah taktis ini diwujudkan melalui pembukaan Pelatihan Budidaya Tembakau dan Gerakan Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian setempat, Kamis (9/7/2026).
NGANJUK,SJP — Kabupaten Nganjuk mulai tancap gas dalam mengoptimalkan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Langkah taktis ini diwujudkan melalui pembukaan Pelatihan Budidaya Tembakau dan Gerakan Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian setempat, Kamis (9/7/2026).
Langkah ini dinilai strategis bagi perekonomian daerah, mengingat tembakau merupakan salah satu komoditas perkebunan dengan nilai ekonomi tinggi yang menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat di wilayah utara dan timur Nganjuk.
Momentum yang digelar dalam rangka memperingati Hari Krida Pertanian ke-54 ini membidik 180 petani tangguh yang tersebar di empat kecamatan sentra produksi, yakni Gondang, Ngluyu, Lengkong, dan Jatikalen. Selama empat pertemuan ke depan, para petani akan digembleng untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing produk di pasar nasional.
"Kami berkomitmen penuh agar alokasi DBHCHT ini benar-benar mengalir dan dirasakan manfaatnya oleh para pelaku utama di lapangan, yaitu petani. Melalui dana ini, pemerintah hadir memperkuat kualitas SDM dan produktivitas usaha tani mereka," tegas Bupati Nganjuk dalam arahannya.
Bupati berpesan khusus kepada para penyuluh pertanian dan pendamping lapangan agar terus mengawal petani dari hulu ke hilir.
"Saya minta para penyuluh terus memberikan pendampingan, mulai dari proses budidaya, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga pascaproduksi," tegasnya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Shobihatin, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan ini menjadi ruang krusial untuk melakukan lompatan kualitas (upgrading) kemampuan para petani lokal di tengah dinamisnya tantangan iklim dan pasar global.
"Kami sangat mengapresiasi semangat para petani dan seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan agenda ini. Pelatihan ini adalah investasi jangka panjang untuk SDM pertanian kita. Kita ingin petani Nganjuk tidak hanya sekadar menanam, tetapi terampil mengadopsi teknologi budidaya yang tepat guna agar produktivitas dan mutu hasil tembakau kita melesat naik," ujar Ida Shobihatin kepada media
Selain sektor pertembakauan, Ida Shobihatin menambahkan bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk bergerak masif melakukan intervensi di komoditas pangan lain sepanjang akhir Juni ini. Rangkaian stimulus ketahanan pangan tersebut meliputi pemilihan benih, perawatan, penanganan hama, hingga pascaproduksi wajib dikawal demi menjaga stabilitas mutu.
Kegiatan ini sendiri merupakan bagian dari implementasi Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 22 Tahun 2026 dan selaras dengan arah Program Unggulan Bupati-Wakil Bupati Nganjuk periode 2026-2030.
Selain sektor pertembakauan, Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk dilaporkan bergerak masif melakukan intervensi di komoditas lain sepanjang akhir Juni ini. Seperti bawang merah dan Padi, bukan saja itu, Pelatihan Manajemen Tanaman Sehat guna menjaga stabilitas pasokan pangan daerah.
"Lewat integrasi kebijakan yang matang dan pemanfaatan dana cukai yang tepat sasaran, Kabupaten Nganjuk kini tengah bersiap mencetak standar baru bagi industri pertembakauan daerah yang lebih sehat, mandiri, dan menyejahterakan," kata Ida. (ADV)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

