Buah dan Sayur Terbaik untuk Sahur dan Buka Puasa Menurut Ahli Gizi

Ahli gizi dari Universitas Faletehan Serang Rita Ramayulis menyarankan konsumsi pepaya, alpukat, buah naga, bayam, wortel, dan labu siam saat sahur dan buka puasa untuk menjaga kesehatan pencernaan, Kamis (19/2/2026).

01 Mar 2026 - 17:35
Buah dan Sayur Terbaik untuk Sahur dan Buka Puasa Menurut Ahli Gizi
Ilustrasi buah yang sehat dan seger. Foto: https://share.google

Suarajatimpost.com – Ahli gizi dari Universitas Faletehan Serang Rita Ramayulis menekankan pentingnya konsumsi buah dan sayur saat sahur dan berbuka puasa untuk menjaga kelancaran pencernaan selama Ramadan.

Menurutnya, buah dan sayur merupakan sumber utama serat harian yang dibutuhkan tubuh selama menjalani ibadah puasa, terutama pada bulan suci Ramadan. 

“Semua buah dan semua jenis sayur itu efektif untuk membantu pencernaan lancar, tetapi kalau dicari yang paling cepat membantu, pepaya termasuk yang baik karena mengandung enzim pencernaan,” kata Rita dikutip dari Antara, Kamis (19/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa pada dasarnya seluruh jenis buah dan sayur bermanfaat dalam mendukung fungsi saluran cerna selama puasa. Namun, pepaya dinilai memiliki keunggulan karena kandungan enzim alaminya membantu proses pemecahan makanan sehingga mempercepat kerja sistem pencernaan.

Selain pepaya, alpukat juga menjadi pilihan yang baik karena mengandung lemak sehat yang mendukung fungsi cerna sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama. 

Rita menambahkan buah naga kerap dikaitkan dengan kelancaran buang air besar (BAB) karena kandungan serat dan airnya yang cukup tinggi. Buah tersebut dapat dikonsumsi baik saat sahur maupun berbuka.

Untuk sayuran, ia menyarankan jenis yang relatif mudah dicerna seperti bayam dan wortel. Kedua sayuran ini dinilai praktis diolah serta mudah dipadukan dengan berbagai menu utama. Selain itu, sayuran hijau lainnya serta sayur buah seperti labu siam juga baik untuk menjaga kesehatan pencernaan.

Ia juga menyarankan agar konsumsi buah dan sayur dibagi antara waktu sahur dan berbuka sehingga kebutuhan serat tetap terpenuhi meski frekuensi makan berkurang selama puasa.

Menurut Rita, kombinasi buah, sayur, serta lauk berprotein hewani dan nabati membantu menjaga keseimbangan gizi sekaligus mendukung kinerja saluran cerna tetap optimal sepanjang bulan Ramadan.  (**)

Sumber: Beritasatu.Com

Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang

Editor: Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow