Pemkot Surabaya Ajukan Pinjaman Rp452 Miliar untuk Percepat Pembangunan, Eri: Demi Rakyat Surabaya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ajukan pinjaman Rp 452 miliar untuk proyek infrastruktur strategis demi mendongkrak ekonomi kota. Proyek dijanjikan rampung sebelum masa jabatan berakhir.

06 Aug 2025 - 23:21
Pemkot Surabaya Ajukan Pinjaman Rp452 Miliar untuk Percepat Pembangunan, Eri: Demi Rakyat Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut, pengajuan pinjaman daerah sebesar Rp 452 miliar ke Bank Jatim diambil sebagai respons atas menurunnya tiga faktor utama yang memengaruhi produk domestik regional bruto (PDRB) Surabaya, yakni daya beli, investasi, dan ekspor impor. (Foto: Beritasatu.com/Julianus Palermo)

SURABAYA, SJP – Pemerintah Kota Surabaya resmi mengajukan pinjaman daerah senilai Rp 452 miliar ke Bank Jatim. Kesepakatan bersama ini diteken Pemkot dan DPRD Surabaya demi mendorong pemulihan ekonomi warga, melalui percepatan pembangunan infrastruktur di berbagai kawasan, dari pusat kota hingga wilayah perkampungan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan respons cepat atas turunnya tiga indikator utama penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Surabaya: daya beli masyarakat, investasi, serta aktivitas ekspor dan impor.

“Tiga faktor ini turun semua, maka kita harus bisa menggerakkan belanja pemerintah melalui pembangunan infrastruktur,” ujar Eri, Rabu (6/8/2025).

Pinjaman tersebut akan difokuskan pada proyek-proyek strategis, mulai dari penanganan banjir sebesar Rp179,3 miliar, pembangunan Jalan Luar Lingkar Barat senilai Rp42,1 miliar, pelebaran Jalan Wiyung-Lakarsantri Rp130,2 miliar, hingga penguatan penerangan jalan umum (PJU) senilai Rp50,3 miliar.

Di tengah kondisi pendapatan daerah yang menurun, Eri menegaskan bahwa menunda pembangunan justru akan berisiko pada lonjakan biaya di masa depan.

"Kalau proyek Rp1 miliar hari ini ditunda hingga 15 tahun ke depan, maka biayanya akan jauh lebih mahal. Jadi lebih baik kita lakukan sekarang,” tegasnya.

Langkah ini bukan tanpa preseden. Beberapa daerah lain seperti Banyuwangi dan Trenggalek telah lebih dulu melakukan strategi serupa. Namun menurut Eri, nilai pinjaman Surabaya masih tergolong lebih kecil dibandingkan daerah-daerah tersebut.

Sebagai gambaran, kebutuhan pembangunan infrastruktur di Kota Pahlawan mencapai Rp20 triliun. Sementara anggaran yang tersisa dari target APBD 2025 hanya berkisar Rp1,7 triliun setelah dikurangi belanja wajib dari total Rp12,3 triliun.

Eri pun memastikan bahwa seluruh proyek prioritas yang didanai melalui pinjaman ini akan rampung dalam masa jabatannya. Ia tak ingin meninggalkan beban ke pemerintahan berikutnya.

"Apa pun demi rakyat Surabaya akan kami lakukan. Namun, harus selesai dalam masa jabatan saya 5 tahun ini,” tutupnya. (**)

Editor : Rizqi Ardian
Sumber: Beritasatu.com

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow