BPBD Probolinggo Bangun Jembatan Darurat di Jalur Wisata Madakaripura
Keberadaan jembatan darurat ini menjadi solusi cepat agar mobilitas masyarakat tidak terhenti total. Meski demikian, warga harus menempuh jalur memutar dengan jarak tambahan sekitar 300 meter dari rute semula.
PROBOLINGGO, SJP–Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat menangani dampak ambruknya jembatan utama di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, yang merupakan akses vital menuju kawasan wisata Air Terjun Madakaripura. Sebagai langkah darurat, BPBD membangun jembatan sementara guna memastikan aktivitas warga tetap berjalan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan darurat tersebut telah dimulai sejak Senin (30/3/2026). Lokasinya berada di sisi selatan jembatan utama yang runtuh, sehingga tetap berada dalam jalur yang relatif dekat dengan akses sebelumnya.
“Jembatan darurat sebagai pengganti sementara untuk masyarakat melakukan aktivitas di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, sudah kita lakukan. Sudah kita buat di sisi selatan jembatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan jembatan darurat ini menjadi solusi cepat agar mobilitas masyarakat tidak terhenti total. Meski demikian, warga harus menempuh jalur memutar dengan jarak tambahan sekitar 300 meter dari rute semula.
“Memang masyarakat akan memutar agak jauh sekitar 300 meter, jembatan ini sudah bisa digunakan. Kemarin sudah dicoba, insyaallah ini bisa membantu masyarakat, khususnya untuk roda dua,” jelasnya.
Menurut Oemar, uji coba penggunaan jembatan darurat telah dilakukan dan hasilnya cukup membantu, terutama bagi pengendara sepeda motor yang merupakan mayoritas pengguna jalur tersebut. Dengan adanya fasilitas sementara ini, diharapkan aktivitas warga, termasuk kegiatan ekonomi dan mobilitas harian, dapat kembali berjalan meskipun belum sepenuhnya normal.
Ia pun berharap kondisi ini dapat segera memulihkan situasi masyarakat yang sebelumnya terganggu akibat terputusnya akses utama. “Mudah-mudahan aktivitas masyarakat dapat pulih kembali,” imbuhnya.
Sementara itu, untuk penanganan jembatan utama yang ambruk, BPBD bersama sejumlah instansi terkait masih fokus melakukan pembersihan material reruntuhan serta penataan area terdampak. Proses ini dinilai penting sebagai tahap awal sebelum dilakukan pembangunan kembali secara permanen.
Ke depan, pemerintah daerah juga telah menyiapkan rencana lanjutan berupa pembangunan jembatan sementara dengan konstruksi bailey. Dalam pelaksanaannya, BPBD akan bekerja sama dengan Kodam V/Brawijaya serta Batalyon Zeni Tempur 5 Malang yang memiliki keahlian dalam pembangunan infrastruktur darurat.
“Nanti untuk jembatan daruratnya akan menggunakan jembatan bailey, bekerja sama dengan Kodam V/Brawijaya dan Batalyon Zeni Tempur 5 Malang. Intinya, kami akan mencari solusi terbaik bagi masyarakat dalam penanganan jembatan maupun infrastruktur yang terdampak bencana,” pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

