Blitar Jadi Tolok Ukur Nasional, 205 KDKMP Sudah Rampung Dibangun

Sebanyak 205 Koperasi Desa/Kelurahan (KDKMP) di wilayah Kabupaten/Kota Blitar sudah rampung dibangun. Jumlah tersebut menjadi capaian tertinggi dan dijadikan tolok ukur nasional dalam program pembangunan Koperasi Merah Putih.

16 May 2026 - 17:02
Blitar Jadi Tolok Ukur Nasional, 205 KDKMP Sudah Rampung Dibangun

BLITAR, SJP - Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kota dan Kabupaten Blitar terus menunjukkan progres signifikan.

Bahkan, Blitar disebut menjadi salah satu daerah dengan capaian pembangunan KDKMP tertinggi di tingkat nasional.

Komandan Kodim 0808/Blitar Letkol Inf Virlani Arudyawan menyampaikan, saat ini terdapat 85 titik KDKMP di Kota dan Kabupaten Blitar yang sudah siap dioperasionalkan dan diluncurkan

"Yang di operasionalisasi wilayah Kota dan Kabupaten Blitar hari ini ada 85 titik. Artinya sudah siap digunakan," ujarnya, Sabtu (16/5/2026) usai mengikuti peresmian 1.061 KDKMP secara serentak oleh Prabowo Subianto di Nganjuk melalui daring dari KDKMP Desa Tingal, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.

Ia menjelaskan, secara keseluruhan pembangunan KDKMP di Blitar telah mencapai 205 titik yang selesai 100 persen. Jumlah tersebut menjadi capaian tertinggi dan dijadikan tolok ukur nasional dalam program pembangunan koperasi merah putih.

"Bahwa Blitar menjadi tolok ukur nasional, pembangunan KDKMP menjadi yang tertinggi. Sekarang kita sudah 205 titik yang sudah terbangun 100 persen dari milestone sebanyak 265 titik," jelasnya.

Menurutnya, saat ini progres pembangunan tinggal menyisakan sekitar dua persen. Fokus pengerjaan diarahkan untuk menuntaskan seluruh pembangunan agar seluruh titik bisa beroperasi penuh.

Di mana, jumlah total KDKMP yang dibangun ada 269 titik. Dengan rincian 248 KDKMP di wilayah Kabupaten Blitar dan 21 KDKMP di wilayah Kota Blitar.

"Kita mewadahi sebanyak 269 titik di wilayah Kota dan Kabupaten Blitar," kata dia.

Lebih lanjut ia menambahkan pembangunan KDKMP dilakukan berbasis kebutuhan masyarakat Desa/Kelurahan. Proses penentuan lokasi diawali melalui musyawarah desa (musdes), kemudian hasilnya disampaikan kepada Kodim untuk ditindaklanjuti pembangunan secara swadaya bersama masyarakat.

"Kami mendapat perintah membangun koperasi merah putih diawali dari musdes. Setelah ada surat hasil musdes diberikan kepada Dandim, baru dilakukan pembangunan melalui Babinsa secara swadaya bersama kelompok masyarakat desa," imbuhnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow