Berkah Lebaran, Klinik Penitipan Kucing di Mojokerto Dibanjiri Pengunjung

Selain penitipan kucing, Lazuardi juga membuka fasilitas kesehatan (faskes) untuk sejumlah hewan ternak. Mulai dari anjing, reptil bahkan yang paling unik ia pernah mendapat pasien burung onta.

01 Apr 2025 - 17:01
Berkah Lebaran, Klinik Penitipan Kucing di Mojokerto Dibanjiri Pengunjung
drh. Lazuardi saat menunjukkan salah satu kucing yang dititipkan di klinik atau hotel kucing miliknya. (Syaiful/SJP)

KOTA MOJOKERTO, SJP - Lebaran benar-benar membawa berkah bagi Faizal Lazuardi, seorang dokter hewan di Sinoman Gang II, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. 

Bagaimana tidak, owner penitipan atau hotel kucing LazVet itu kebanjiran pengunjung. Bahkan ia sudah close book sejak H-15 lebaran karena kapasitas hotel kucing miliknya sudah penuh. 

Selain penitipan kucing, Lazuardi juga membuka fasilitas kesehatan (faskes) untuk sejumlah hewan ternak. Mulai dari anjing, reptil bahkan yang paling unik ia pernah mendapat pasien burung onta. 

Meski saat lebaran ia dibanjiri pengunjung, ia tetap khawatir atas kucing-kucing yang dititipkan di hotelnya. Sebab, pertanggungjawaban dan komitmen menjadi hal utama untuk menjaga kepercayaan klien. 

"Kalau lebaran, berkah sih, karena pemasukan banyak, itu pasti, terus susah seneng, susahnya kepikiran, untungnya saya gak mudik," kata Dokter Lazuardi diwawancarai di lokasi klinik hewannya, Kamis (27/3/2025). 

Yang membuatnya khawatir adalah saat kucing sudah memasuki masa birahi, hingga adanya kucing masuk ke hotelnya namun belum divaksin. Ia menyarankan sebelum dititipkan dilakukan vaksin terlebih dahulu agar bisa menangkal adanya penularan penyakit.

Dijelaskan olehnya, dalam keseharian penitipan memang selalu ada, namun yang paling ramai adalah pada saat Hari Raya Idulfitri seperti saat ini, dimana masyarakat melakukan mudik namun kucingnya tidak ada yang merawat. 

"Kalau penitipan itu tergantung event, paling ramai saat lebaran ini, tiap lebaran, full book itu dari H-15, rata-rata. Kalau sudah akhir-akhir gini sudah nolak-nolak, ya karena sudah tidak ada tempat lagi," lanjutnya. 

Untuk penitipan, sementara ini dokter Lazuardi hanya menerima penitipan kucing saja. Namun, untuk hewan yang masuk klinik untuk berobat atau perawatan ia tak membatasi hewan pemeliharaan. 

"Sejak buka klinik dan cat hotel kita melayani selain kucing, seperti anjing, sapi, kambing dan hewan-heean eksotik beberapa, kayak reptil ular, iguana, yang paling ekstrem burung onta dibawa kasini," ujarnya. 

Alasanya jasa penitipan hewan ia hanya menerima kucing disebabkan lokasi yang belum memungkinkan. Namun takenutup kemungkinan ke depan akan menerima segala hewan. 

"Sementara kucing saja kalau penitipan, kalau anjing tidak enak sama lingkungan kan menggonggong, pernah awal dulu pernah buka, anjing satu seukuran kucing jenggongnya seharian, gak enak sama tetangga," lontarnya. 

Tarif penitipan kucing di LazVet Mojokerto ini terbilang cukup murah jika melihat fasilitas yang didapatkan. Selain dirawat oleh dokter hewan profesional. Juga ada perawatan mandi dan pemberian vitamin. 

"Tarifnya per hari, kalau bawa pakan sendiri Rp 35 ribu, kalau pakan dari sini Rp 40 ribu, tidak ada batasan maksimal hari, kalau yang 7 hari atau 7 hari ke atas ya gratis memandikan kucing, vitamin," jelasnya. 

Menurutnya, paling lama, ada yang menitipkan kucing sampai 3 bulan, tentu bukan hanya sekedar penitipan. Melainkan juga dilakukan perawatan yang baik, mulai dari kesehatannya, hingga estetikanya. 

"Yang 3 bulanan tak kasih bonus pakaian yang premium, sekalian opname dan dititipkan, opnamenya saat datang kurus gitu saja, terus kita push badannya, masuk 1,5 kilogram, pas pulang 3,5 kilogram," ungkapnya. 

Sementara, untuk tarif klinik cukup variatif, kalau periksa sama obat kisaran Rp 120 ribu, kalau biaya operasi tergantung penanganan, kalau steril jantan Rp 350 ribu. 

"Kalau hewan lain beda-beda, paling rendah suntik scabies, paling rendah ratenya Rp 50 ribu, paling tinggi operasi patah rahang kisaran Rp 900 ribu hingga Rp 1 juta, tergantung tingkat keparahan, belum langi operasi angkat tumor, mata," bebernya.

Dari berbagai jenis hewan ternak yang masuk, ia mengatakan, rata-rata pelanggannya 80 persen adalah kucing, dalam kurun waktu sebulan rata-rata 100 hingga 150 orang. Namun, seringnya satu orang datang membawa hewan lebih dari satu. 

"Satu orang membawa kucing 3, kalau anjing besar dari Ngoro, Pasuruan, anjingnya tidak mungkin satu," kata dia. 

Dokter Lazuardi mengawali usahanya ini di tahun 2018. Menurutnya awal buka dulu lebih condong ke ternak sapi dan kambing. Sebab, sang ayah juga merupakan dokter hewan yang saat itu berdinas di peternakan. 

"Kepinginnya, karena bapak arahnya kesana, bapak di dinas, biasanya nyuntik sapi, kambing, kepinginnya ke sapi, kambing," ungkapnya. 

Lazuardi membaca peluang apa yang belum ada di Mojokerto, hingga akhirnya nekat buka klinik pada Desember 2018. 

Perjuangannya pun tak mudah. Pada tahun pertama usahanya tidak ada peningkatan. Namun semangat dan uletnya membuatnya bisa seperti saat ini. 

"Awalnya ya nggak ada, karena babat alas, hampir setahun gak ada peningkatan, akhirnya setelah 1 tahun, kita cari sesuatu yang gak ada di Mojokerto, tak cari ternyata di Mojokerto ini gak ada yang 24 jam, lebih ke klinik," tandas Lazuardi. (*) 

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow