Belasan UMK Binaan Petrokimia Gresik Didorong Tembus Pasar Ekspor

Workshop diperlukan untuk mendorong UMK meluaskan pasar ke luar negeri dengan kemampuan mengelola proses mulai dari pencarian buyer, korespondensi, negosiasi, administrasi keuangan, sampai dengan pengurusan ekspedisi.

26 Nov 2025 - 19:59
Belasan UMK Binaan Petrokimia Gresik Didorong Tembus Pasar Ekspor
Belasan UMK Binaan Petrokimia Gresik menjalani workshop menembus pasar ekspor. (Foto: Istimewa)

GRESIK, SJP - Belasan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) binaan Petrokimia Gresik, didorong untuk naik level dan siap bersaing di pasar ekspor skala internasional. 

Salah satu persiapan yang diberikan ialah pelatihan atau Workshop UMK Mandiri Ekspor. Setidaknya ada sebanyak 15 UMK dengan 29 peserta turut serta berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, di antaranya Gresik, Sidoarjo, Madura, Bondowoso, Probolinggo, Malang, Tuban, Madiun, Pacitan, Magetan, dan Kudus.

"Workshop ini sebagai salah satu upaya untuk mendorong UMK meluaskan pasar ke luar negeri dengan kemampuan mengelola proses mulai dari pencarian buyer, korespondensi, negosiasi, administrasi keuangan, sampai dengan pengurusan ekspedisi, baik secara offline maupun digital," kata Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, Rabu (26/11/2025).

Daconi menerangkan, pembinaan UMK ini menjadi bagian pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia.

Menurut dia, pelaksanaan TJSL perusahaan memiliki pola pembinaan UMK berkelanjutan meliputi peningkatan kapasitas, pengembangan pasar dan pendampingan manajemen. 

Sementara itu, Vice President (VP) Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan Petrokimia Gresik, Kadek Ardhika WK, menambahkan bahwa workshop ini diikuti UMK yanhvbergerak di bidang fashion, kerajinan dan kuliner.

Ia menyebut, UMK yang mengikuti workshop ini antara lain Batik Bangsawan, Batik Zulpah, Tenun Gedog Zaenal, Batik Sariwarni, OG Jewelry, Djasmine Bordir, Madu Tasman, dan Tape Crispy.

Turutikut serta UMK Bawang Goreng Hunay, Rebana Gresik Tiga Putri, Sarung BTM, Omah Tiwul, Tirta Shanum, Tarnie's Leather, dan Deweluxe.

Ia mengungkap, tantangan ekonomi global ada kecenderungan menurun, karena saat ini tidak mudah untuk merebut hati buyer atau pembeli. 

"Namun demikian, kami berharap dengan workshop ini, pelaku usaha UMK akan semakin terasah untuk membaca peluang pasar dan memiliki pemahaman tips dan trik menembus pasar ekspor," tutup Kadek. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow