Bela Negara dari Akar Rumput: Bakesbangpol Malang Kembangkan Konsep Kampung Harmoni

Bakesbangpol Kabupaten Malang mendorong penguatan nilai kebangsaan melalui pembinaan tingkat RT serta pengembangan Kampung Harmoni sebagai model ketahanan masyarakat berbasis desa.

22 Nov 2025 - 20:00
Bela Negara dari Akar Rumput: Bakesbangpol Malang Kembangkan Konsep Kampung Harmoni
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Malang, Agus Widodo (tengah), memaparkan penguatan wawasan kebangsaan dalam forum bersama perwakilan masyarakat hingga tingkat RT dalam sebuah forum belum lama ini (Foto: Dok. Hafid/SJP)

MALANG, SJP – Upaya memperkuat wawasan kebangsaan dan jiwa bela negara terus dilakukan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Malang. 

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Malang, Agus Widodo, menegaskan bahwa pembinaan nilai kebangsaan harus dimulai dari unit sosial terkecil, yakni RT. 

“Kami mengundang seluruh komponen masyarakat yang bersentuhan langsung dengan wawasan kebangsaan dalam rangka membentuk jiwa bela negara, itu yang penting,” ujar Agus Widodo, dalam keterangan resminya, Sabtu (22/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa kegiatan yang belum lama ini diselenggarakan melibatkan berbagai instansi, termasuk Satpol PP, untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai kedisiplinan, ketertiban umum, dan peran masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah. 

Menurutnya, materi semacam ini perlu diberikan secara berkelanjutan karena setiap generasi menghadapi tantangannya sendiri. 

“Kita sebagai warga negara yang hidup dalam bangsa yang besar tentu membutuhkan penguatan kebangsaan secara terus-menerus,” tutur Agus. 

Ia berharap kegiatan ini dapat menginspirasi para peserta dan memperkuat semangat kolektif dalam menjaga ketahanan bangsa.

Dalam kesempatan itu, Agus juga memaparkan rencana pengembangan Kampung Harmoni, sebuah program penguatan nilai kebangsaan yang akan diimplementasikan secara bertahap di beberapa desa. Harapannya, program tersebut dapat menjadi pilot project di tingkat provinsi hingga nasional. 

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program akan diukur melalui empat dimensi ketahanan, yakni ekonomi, sosial, budaya, dan keberagaman. 

Empat aspek ini menjadi indikator utama dalam menilai kekuatan sebuah wilayah. Namun, ia menegaskan bahwa ketahanan bukan berarti tanpa konflik. 

Konflik tetap mungkin terjadi, baik kecil maupun besar, tetapi yang terpenting adalah kemampuan mengelola konflik agar tidak mencuat atau berkembang menjadi persoalan serius. 

“Yang penting adalah bagaimana melakukan manajemen konflik agar tidak mengemuka atau menjadi masalah,” tutupnya 

Melalui langkah-langkah tersebut, Bakesbangpol Kabupaten Malang berharap dapat membangun fondasi kebangsaan yang kuat mulai dari akar rumput, agar masyarakat semakin siap menghadapi dinamika zaman serta berperan aktif dalam menjaga persatuan dan ketahanan nasional. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow