Wapres Gibran Tinjau Proyek Bendungan Bagong di Trenggalek, Serap Aspirasi Kepala Desa

Wapres menegaskan bahwa sejumlah isu seperti pembangunan Bendungan Tugu, layanan kesehatan melalui BPJS, hingga konektivitas jalan, serta pembebasan lahan di area Bendungan Bagong, akan menjadi perhatian serius pemerintah pusat.

30 Apr 2026 - 18:58
Wapres Gibran Tinjau Proyek Bendungan Bagong di Trenggalek, Serap Aspirasi Kepala Desa
Wakil Presifrn RI, Gibran Rakabuming Raka bertemu dengan puluhan kepala desa dalam kunjungannya ke Trenggalek. (Istimewa)

TRENGGALEK, SJP - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau proyek pembangunan Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek, Kamis (30/4/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memastikan percepatan pembangunan infrastruktur strategis di daerah.

Dalam agenda tersebut, Wapres Gibran didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, serta Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad. Rombongan memantau langsung progres fisik pembangunan bendungan dari area amphitheater, yang menjadi titik strategis untuk melihat keseluruhan proyek.

Usai peninjauan, Wapres menggelar pertemuan tertutup bersama puluhan kepala desa se-Kabupaten Trenggalek. Dalam forum tersebut, berbagai aspirasi disampaikan, terutama terkait pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan desa.

Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Trenggalek, Puryono, mengungkapkan apresiasi atas kunjungan Wapres sekaligus menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak di wilayahnya.

“Kami perwakilan kepala desa se-Kabupaten Trenggalek menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Mas Wapres yang sudah menyambangi Trenggalek. Mudah-mudahan ini Trenggalek semakin makmur,” ujar Puryono.

Ia menekankan pentingnya percepatan penyelesaian pembangunan Bendungan Bagong, termasuk aspek pembebasan lahan. Selain itu, pihaknya juga mendorong agar jaringan irigasi di Bendungan Tugu segera dibangun guna mendukung program nasional swasembada pangan dan ketahanan pangan.

Tak hanya itu, Puryono juga menyoroti urgensi penyelesaian Jalur Lintas Selatan (JLS) sepanjang sekitar 40 kilometer yang dinilai krusial bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan selatan Jawa.

“JLS merupakan satu-satunya akses mobilitas ekonomi dan konektivitas di wilayah selatan. Ini sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi dan transportasi yang menghubungkan wilayah-wilayah di Pulau Jawa,” tambahnya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wapres Gibran menyatakan komitmen pemerintah untuk segera menindaklanjuti berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat desa.

“Sekali lagi terima kasih untuk Bapak dan Ibu semua yang sudah mendukung program prioritas dan visi-misi Bapak Presiden,” kata Gibran.

Ia menegaskan bahwa sejumlah isu seperti pembangunan Bendungan Tugu, layanan kesehatan melalui BPJS, hingga konektivitas jalan, serta pembebasan lahan di area Bendungan Bagong, akan menjadi perhatian serius pemerintah pusat.

“Terkait beberapa ruas jalan yang belum tersambung sekitar 40 kilometer, nanti akan segera kami tindak lanjuti. Dan juga masalah yang ada di sini terkait pembebasan lahannya, nanti akan segera kita carikan solusi terbaiknya." ujarnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow