BAZNAS Nganjuk Pastikan Warga Miskin Penderita Stroke di Desa Pelem Telah Masuk Program Bantuan

Ketua Baznas Nganjuk Dr. H. Zainal Arifin saat memberikan konfirmasi terkait komitmen lembaga dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

15 Jun 2026 - 20:32
BAZNAS Nganjuk Pastikan Warga Miskin Penderita Stroke di Desa Pelem Telah Masuk Program Bantuan
Ketua Baznas Nganjuk Dr. H. Zainal Arifin (foto:kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Nganjuk memastikan penanganan terhadap keluarga kurang mampu di Dusun Semanding, Desa Pelem, Kecamatan Kertosono, telah menjadi bagian dari program bantuan yang dijalankan lembaga tersebut.

Kepastian itu disampaikan Ketua Baznas Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, saat dikonfirmasi terkait kondisi keluarga William Petrus Hendrik (Wimpi) dan istrinya, Yoana Mujiarsih, yang menderita stroke hingga mengalami kelumpuhan total.

Menurut Zainal Arifin, Baznas telah melakukan peninjauan lapangan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berkelanjutan.

"Kami pastikan permasalahan warga kurang mampu yang ada di Dusun Semanding, Desa Pelem, saat ini sudah masuk dalam penanganan dan telah di-cover oleh Baznas Nganjuk. Kami terus berkoordinasi dengan pihak desa agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran," ujarnya, Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan, Baznas telah mengalokasikan bantuan rutin bagi keluarga tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi dan kesehatan yang tengah mereka hadapi.

Menurutnya, Baznas memberikan bantuan sebesar Rp450 ribu setiap bulan yang diperuntukkan bagi kebutuhan keluarga Wimpi dan istrinya.

"Penanganan yang dilakukan meliputi berbagai aspek bantuan, mulai dari logistik hingga pemenuhan kebutuhan sosial keagamaan yang menjadi program unggulan Baznas. Kami berharap upaya ini dapat membantu mengurangi beban keluarga sekaligus mendukung penanganan kemiskinan di Desa Pelem secara berkelanjutan," kata Zainal Arifin.

Sebelumnya, kondisi Yoana Mujiarsih sempat menjadi perhatian publik setelah kisah hidupnya diberitakan. Warga Dusun Semanding itu kini hanya bisa terbaring di tempat tidur akibat stroke yang menyerang saraf otaknya sejak Oktober 2023.

Suaminya, William Petrus Hendrik atau yang akrab disapa Wimpi, menceritakan awal mula penyakit tersebut menyerang istrinya. Saat itu Yoana mengeluhkan pusing setelah bangun tidur dan kemudian terjatuh di belakang rumah. Sejak kejadian tersebut, kondisi kesehatannya terus menurun hingga mengalami kelumpuhan total.

"Kejadiannya bulan Oktober 2023. Istri saya bangun siang, tiba-tiba mengeluh pusing. Setelah itu jatuh dan sejak saat itu tidak bisa berjalan maupun menggerakkan tubuhnya seperti biasa," tutur Wimpi.

Keluarga sempat berupaya membawa Yoana menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak empat kali. Namun keterbatasan biaya dan kondisi medis yang semakin memburuk membuat proses pengobatan tidak berjalan optimal.

Berdasarkan keterangan yang diterima keluarga dari tenaga medis, keterlambatan penanganan menyebabkan stroke yang awalnya tergolong ringan berkembang menjadi lebih parah dan menyerang jaringan saraf otak.

Di tengah kondisi tersebut, Wimpi mengaku sempat kesulitan memperoleh bantuan sosial yang diharapkannya. Ia menyebut hanya pernah menerima bantuan langsung tunai pada Februari dan Maret tahun sebelumnya serta bantuan beras. Setelah itu, bantuan tidak lagi diterima dengan alasan pergiliran penerima manfaat.

"Saya sudah beberapa kali datang menemui kepala desa untuk menanyakan kelanjutan bantuan, tetapi belum pernah berhasil bertemu. Padahal kami sangat membutuhkan bantuan seperti PKH, BPNT maupun Kartu Keluarga Sejahtera," ujarnya.

Wimpi juga mengaku belum pernah menerima sejumlah bantuan kebutuhan pokok yang menurut informasi diterima oleh sebagian warga lainnya.

"Saya tidak dapat bantuan beras maupun minyak goreng yang katanya dibagikan," katanya.

Meski demikian, dengan adanya kepastian dari Baznas Nganjuk, keluarga berharap bantuan yang telah diberikan dapat terus berlanjut dan menjadi jalan keluar atas kesulitan ekonomi yang mereka hadapi selama proses perawatan Yoana. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow