Banjir Imbas Luapan Sungai Bengawan Solo Meluas, Sebanyak 201 Rumah Terdampak
Sebanyak 201 rumah di Gresik, terdampak banjir imbas Sungai Bengawan Solo yang meluap sejak tiga hari terakhir.
GRESIK, SJP - Banjir imbas luapan Sungai Bengawan Solo yang berdampak ke pemukiman warga di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, semakin meluas,
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik mencatat sebanyak 201 rumah warga terdampak di tiga wilayah kecamatan yaitu yaitu Kecamatan Dukun, Bungah, dan Manyar.
"Iya sekarang ada sebanyak 201 rumah terdampak banjir luapan Sungai Bengawan Solo," kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik F.X. Driatmiko Herlambang, Selasa (20/5/2025).
Miko mengatakan, banjir imbas luapan Sungai Bengawan Solo itu mulai terjadi sejak Minggu (18/5/2025). Sampai saat ini, ia menyebut banjir imbas luapan Sungai Bengawan Solo ke pemukiman warga masih naik turun.
Pihaknya tidak bisa memprediksi kapan banjir imbas luapan Sungai Bengawan Solo akan surut. Karena, itu terjadi dari hulu Sungai Bengawan Solo.
"Kita menduga banjir ini akibat intensitas hujan turun cukup tinggi sehingga daerah yang terlintasi Sungai Bengawan Solo meluap sampai ke rumah warga," jelasnya.
Sementara itu, salah seorang warga terdampak di Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Ismail, mengungkap puncak banjir terjadi sejak Senin (19/5/2025) malam.
Kondisi paling parah terjadi di Desa Bungah, Kecamatan Bungah, di mana lima dusun tergenang air hingga 70 centimeter.
Aktivitas warga lumpuh, namun di sisi lain, anak-anak memanfaatkan genangan banjir untuk bermain dan berenang menggunakan batang pisang sebagai pelampung.
"Banjir disini sudah biasa terjadi, bahkan dalam satu tahun bisa sampai empat kali," pungkasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

