Banjir Bandang di Desa Wonoboyo Bondowoso, Warga Belum Terima Bantuan dan Swadaya Bersih-bersih Lumpur

Sebagian besar warga menginginkan agar pemerintah secepatnya memberikan tindakan, bantuan dan penanganan.

04 Feb 2025 - 11:50
Banjir Bandang di Desa Wonoboyo Bondowoso, Warga Belum Terima Bantuan dan Swadaya Bersih-bersih Lumpur
Kondisi rumah warga yang terdampak banjir bandang di Desa Wonoboyo Kecamatan Klabang (Foto: Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP - Banjir bandang melanda Desa Wonoboyo Kecamatan Klabang pada Senin (3/2/2025) sekira pukul 23.00 WIB. Sedikitnya ada 8 RT terdampak dengan jumlah warga terdampak sekira 96 KK.

Selain itu, banjir membuat insfratruktur jalan menuju Desa Wonoboyo nyaris terputus. Sampai saat ini, Selasa (4/2/2025) akses jalan hanya bisa dilewati dengan roda dua. Karena ada dua jembatan kecil yang nyaris terputus karena tergerus oleh derasnya air.

Warga saat ini masih berusaha membersihkan puing-puing bangunan rumah yang ambruk diterjang banjir. Bahkan tak sedikit dari mereka yang mencuci pakaian yang terendam banjir dan bercampur lumpur.

Kulkas, lemari, alat elektronik lainnya banyak yang terendam. Bahkan, ada 2 ekor sapi milik warga yang terbawa arus banjir yang semalam ketinggiannya mencapai pinggang orang dewasa.

Lumpur di dalam rumah, sampah dan ranting pohon yang masuk ke ruang tamu dan dapur warga, mulai dibersihkan secara mandiri oleh warga. Mereka sejatinya ingin segera mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Tak sedikit dari mereka yang mengeluh karena belum mendapatkan bantuan. Mereka juga bergotong royong untuk membersihkan lumpur, material batu, sampah dan reruntuhan bangunan.

Di jalan, mereka juga bersama - sama membersihkan aspal yang mengelupas. Akses jaringan internet pun tidak ada, karena sejak semalam jaringan listrik dipadamkan agar tidak membahayakan warga

Desa ini tampak terisolir, karena selain akses jalan yang hanya bisa dilalui roda dua, listrik dan internet masih belum bisa diakses. Hanya ada satu lokasi yang terkoneksi dengan internet, yakni di bawah tower salah satu provider, yang berada di atas bukit dengan ketinggian kira-kira 1.200 MDPL.

Untuk menjangkau lokasi itu pun begitu jauh dari pemukiman warga. Selain jalan yang terjal, perlu tenaga ekstra bagi warga untuk visa mengakses internet, tepatnya di cafe gunung milik BUMDes Wonoboyo.

Sayangnya, hingga pukul 12.00 WIB, yang tampak hanya beberapa anggota TNI, polisi dari Babinkamtibmas dan Polsek Klabang. Tampak pula Camat Klabang bersama beberapa anggotanya turun ke lokasi untuk melakukan asesmen.

Dipastikan hari ini jajaran Forkopimda dan BPBD Bondowoso tidak akan datang ke lokasi. Hal itu dibenarkan oleh Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Kedaruratan (PK2) BPBD Bondowoso, Yuliono Triandana, pada Selasa (4/2/2025).

"Hari ini belum ada info akan ke lokasi. Tapi ada anggota kami yang sudah hadir di lokasi banjir bandang untuk melakukan asesmen awal. Besok akan ada kerja bakti di lokasi," ucapnya dihubungi via telepon.

Sementara itu, Kepala Desa Wonoboyo, Tubaini menjelaskan, ada 96 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir bandang di desanya. Banjir kali ini, menurutnya yang paling parah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Dirinya sangat berharap ada uluran bantuan tenaga, logistik dan bantuan lainnya bagi korban banjir bandang. Karena sampai saat ini, warganya hanya bisa membersihkan lumpur, material banjir, dan puing - puing rumah secara mandiri. Bahkan belum ada bantuan dari pemerintah.

"Kami butuh tenaga, bantuan logistik, makanan, selimut dan bantuan lainnya. Ada 12 rumah rusak berat dan 25 rumah mengalami rusak ringan. Total ada 37 rumah warga yang terdampak," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Sampai berita ini ditayangkan, belum ada bantuan apapun dari pemerintah. Bahkan, warga sudah tampak kelelehan. Mereka bahkan ada yang belum makan, karena alat masak di dapurnya terbawa arus banjir dan rusak. (*)

Editor: Rizqi ArdianĀ 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow