Balap Liar Usai Sahur di Jombang Resahkan Warga, Polisi Harus Turun Tangan

Aksi balap liar membahayakan pengguna jalan. Menanti langkah tegas terukur aparat kepolisian.

19 Mar 2025 - 16:47
Balap Liar Usai Sahur di Jombang Resahkan Warga, Polisi Harus Turun Tangan
Balap liar yang bikin ketar ketir pengendara lain di Jombang. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP - Aksi balap liar usai makan sahur puasa Ramadan di jalan Kolonel Haji Ismail, penghubung antar Desa Bongkot ke Desa Sumberjo, membuat ketar ketir pengguna jalan. Pasalnya lokasi balap liar menjadi jalan utama akses perdagangan menuju pasar peterongan dan ke Jombang kota. 

Selama Ramadan, balap liar marak dilakukan oleh sekelompok remaja. Tidak mengenal hari, setiap usai sahur kawanan pembalap sudah mulai tancap gas menggeber kendaraan. Tak jarang pengguna jalan yang rata-rata warga dan pedagang yang hendak ke pasar harus turut menepi. 

Dimulai dari jembatan bongkot. Mereka berkumpul. Lalu berbaris beberapa sepeda motor hingga meleset ke arah selatan. Finish di perempatan Dusun Gading, Desa Tugusumberjo atau depan Kecamatan Peterongan, lalu balik lagi.

Syaiful (30) warga Desa Tugusumberjo mengakui aksi balap liar tersebut sudah sejak lama berlangsung, saat bulan suci Ramadan. Padahal lokasi tempat balap liar merupakan akses satu-satunya ke pasar Peterongan, Jombang. 

"Sudah lama itu mas, ada balap liar antara usai makan sahur sampai usai salat subuh. Bikin ketar ketir karena jalan ramai warga dan pedagang ke pasar," ucap Syaiful kepada wartawan, Rabu (19/3/2025). 

Ia tidak mengetahui pasti seberapa sering balap liar dilakukan. Tapi jika hari libur, gerombolan remaja sudah berkumpul dan memulai aksi balap liar. 

"Kerap banyak yang nonton balap liar di jalan itu, belum kelihatan ada aparat yang membubarkan," ujarnya. 

Senada, Choirul Anam (40), warga setempat mengatakan, selama Ramadan balap liar dilakukan setelah sahur. Paling ramai pada hari libur atau hari minggu. Sementara untuk hari biasa tetap ada, cuma tak begitu banyak. 

"Kasihan pedagang sayur atau pedagang lijo yang berangkat ke pasar. rawan menjadi korban kecelakaan," katanya.

Aksi berbahaya kalangan anak muda ini tak hanya mengganggu ketenangan warga, tetapi turut mengancam keselamatan pengguna jalan lain. Utamanya pedagang atau warga yang berangkat dan balik dari pasar Peterongan. 

"Dari jembatan Bongkot mereka berkumpul, lalu berbaris beberapa sepeda motor. Kemudian melesat ke arah selatan hingga perempatan Dusun Gading, depan Kecamatan Peterongan, lalu putar balik lagi. Ini berbahaya!" tandas Choirul. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow