Bahaya Sering Menahan Buang Air Kecil: Ngompol Usia Dewasa hingga Infeksi Ginjal

Sering menahan buang air kecil dianggap sepele, padahal bisa memicu penyakit serius mulai dari ISK hingga gagal ginjal. Simak 7 bahayanya di sini!

21 Jun 2026 - 21:22
Bahaya Sering Menahan Buang Air Kecil: Ngompol Usia Dewasa hingga Infeksi Ginjal
ilustrasi; freepik.com

SUARAJATIMPOST.COM - Menahan buang air kecil (BAK) sering kali dianggap sebagai perkara sepele. Padahal, jika sudah menjadi kebiasaan, hal ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan. 

Sering menunda panggilan alam ini tidak hanya memicu rasa tidak nyaman, tetapi juga berpotensi mengundang berbagai penyakit serius.

Secara biologis, buang air kecil adalah proses krusial untuk membuang sisa limbah dan racun yang tidak lagi dibutuhkan oleh tubuh melalui urine.

Frekuensi BAK memang dipengaruhi banyak faktor, namun normalnya seseorang akan buang air kecil sebanyak 6–7 kali dalam sehari.

Sayangnya, kesibukan atau kondisi tertentu sering membuat kita terpaksa menundanya—mulai dari terjebak macet, rapat yang panjang, toilet umum yang kurang bersih, hingga sekadar rasa malas.

Jika saluran kemih Anda dalam kondisi sehat, menahan pipis sesekali sebenarnya tidak akan langsung memicu masalah besar. Kandung kemih orang dewasa normalnya mampu menampung hingga  2 gelas urine.

Bahkan pada terapi medis tertentu, seperti penderita kandung kemih overaktif (overactive bladder), menahan pipis dengan pola khusus justru digunakan sebagai latihan untuk melatih otot kandung kemih (bladder training).

Namun, jika tindakan ini terus-menerus diulang hingga menjadi kebiasaan sehari-hari, Anda perlu waspada. Berikut adalah 7 dampak buruk yang siap mengintai:

1. Muncul Rasa Nyeri dan Tidak Nyaman

Kandung kemih memiliki batas kapasitas optimal. Ketika Anda menahan pipis terlalu lama, otot-otot kandung kemih dipaksa meregang melebihi batas kemampuannya. Akibatnya, akan muncul rasa kram, tidak nyaman, hingga nyeri di area perut bagian bawah bahkan setelah Anda selesai berkemih.

2. Risiko "Ngompol" di Usia Dewasa

Menahan BAK terlalu lama bisa menurunkan kendali Anda terhadap otot sfingter (otot yang mengatur buka-tutup saluran kemih). Meskipun otot ini bisa dikendalikan secara sadar, tekanan urine yang terlalu besar akibat terlalu lama ditahan dapat memicu kontraksi otot yang tak terkendali. Hasilnya, urine bisa keluar sendiri tanpa disadari.

3. Batu Kandung Kemih

Kebiasaan menunda ke toilet sering kali membuat proses berkemih menjadi tidak tuntas, sehingga menyisakan sedikit urine di dalam kandung kemih.

Urine yang tersisa ini lama-kelamaan akan mengalami pengendapan mineral. Jika terjadi terus-menerus, endapan tersebut akan mengkristal dan membentuk batu kandung kemih yang memicu nyeri hebat dan kencing berdarah.

4. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Urine yang tertahan di dalam kandung kemih merupakan media yang sangat disukai oleh bakteri untuk berkembang biak. Menahan pipis secara tidak langsung meningkatkan risiko terjadinya Infeksi Saluran Kemih (ISK). Risiko ini melonjak drastis jika Anda sudah memiliki riwayat penyakit ginjal, pembesaran prostat (BPH), atau gangguan saraf kandung kemih.

5. Inkontinensia Urine

Jika ISK terjadi berulang kali akibat kebiasaan menahan pipis, saluran kemih akan mengalami iritasi kronis. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan inkontinensia urine, yaitu hilangnya kemampuan otot saluran kemih untuk menahan keluarnya urine, sehingga Anda akan sering mengompol secara tidak sengaja. Kebiasaan ini juga memicu atrofi (penyusutan) otot kandung kemih.

6. Hidronefrosis (Pembengkakan Ginjal)

Ketika kandung kemih sudah benar-benar penuh dan tidak mampu lagi menampung, urine dapat berbalik arah naik kembali menuju ginjal. Penumpukan cairan ini dapat menyebabkan ginjal membengkak, atau dalam istilah medis disebut **hidronefrosis**. Gejalanya meliputi nyeri punggung/pinggang, volume urine berkurang, dan sakit saat berkemih.

7. Infeksi Ginjal (Pielonefritis)

Bakteri dari Infeksi Saluran Kemih (ISK) yang tidak segera ditangani dapat bermigrasi naik ke atas dan menginfeksi organ ginjal. Infeksi ginjal merupakan kondisi darurat medis. Jika terlambat diobati, penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal permanen yang mengancam fungsi penyaringan darah tubuh.

Langkah Pencegahan dan Kapan Harus ke Dokter

Mengingat risikonya yang cukup besar, mulailah mengubah kebiasaan ini dengan menerapkan beberapa tips berikut:

Jadwalkan BAK secara rutin: Usahakan untuk buang air kecil setiap 3–4 jam sekali, misalnya saat bangun tidur, setelah makan siang, atau sebelum melakukan perjalanan.

Jaga higienitas di toilet umum: Jika ragu dengan kebersihan toilet umum, selalu siapkan *toilet seat sanitizer* dan tisu antiseptik di dalam tas untuk meminimalkan kontaminasi bakteri.

Jangan kurangi minum air putih: Jangan menyiasati keinginan pipis dengan mengurangi minum, karena dehidrasi justru mempermudah infeksi bakteri.

Jika kebiasaan menahan buang air kecil ini sudah terlanjur menimbulkan gejala seperti frekuensi pipis meningkat tajam, urine berbau menyengat atau keruh, tampak bercak darah, disertai nyeri panggul yang menusuk, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat. (**)

sumber: allodokter.com

editor: Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow