MALANG, SJP – Stadion Kanjuruhan Malang bergemuruh di menit-menit terakhir. Ketika Persik Kediri nyaris menggenggam kemenangan, takdir justru berbalik tajam. Dua gol di injury time membawa Arema FC menang dramatis 2-1 atas Persik Kediri, sekaligus menciptakan salah satu laga paling emosional musim ini.
Pertandingan berjalan panas sejak awal. Pada babak pertama, kedua tim tampil agresif dan saling menekan, namun belum mampu memecah kebuntuan. Arema FC langsung mengambil inisiatif serangan dengan pressing tinggi, memaksa Persik kesulitan membangun serangan dari lini belakang.
Insiden keras terjadi di menit ke-8 saat Williams Lugo menginjak engkel Dalberto. Wasit sempat meninjau VAR untuk kemungkinan kartu merah, namun hanya memberikan kartu kuning, memicu protes dari kubu Singo Edan.
Peluang demi peluang tercipta. Valdeci (22’) dan Dalberto (36’) mengancam gawang Persik, sementara Persik membalas lewat sepakan keras Ezra Walian (30’) yang masih mampu ditepis kiper Arema, Julian Frigeri. Hingga turun minum, skor tetap 0-0, mencerminkan ketatnya duel dua tim papan tengah.
Babak ke-2, Intentitas Pertandingan Tetap Tinggi
Memasuki babak kedua, intensitas tak menurun. Persik mulai tampil lebih berani. Ezra Walian kembali mengancam lewat tendangan bebas (49’), disusul peluang Imanol Garcia (58’) yang melebar tipis.
Serangkaian pergantian pemain dilakukan Persik untuk menambah daya gedor. Hasilnya terlihat di menit ke-80. Mochammad Supriadi menerima umpan terobosan, lolos dari kawalan bek Arema Guevarra, lalu menceploskan bola ke gawang. Persik unggul 1-0, dan kemenangan tampak sudah di depan mata.
Namun Arema menolak menyerah. Tekanan demi tekanan dilancarkan. Peluang Dedik Setiawan dan Dwiki di menit ke-90 masih digagalkan kiper Persik Navacchio, yang tampil gemilang sepanjang laga.
Drama puncak terjadi di menit ke-94. Crossing dari sisi kiri disambut sapuan panik Supriadi, yang justru mengirim bola ke gawangnya sendiri. Gol bunuh diri! Skor imbang 1-1.
Dalam waktu singkat yang tersisa, momentum sepenuhnya milik Arema. Serangan beruntun akhirnya berbuah gol kemenangan melalui Lukas, yang memastikan kebangkitan luar biasa Arema FC dan memupus harapan Persik Kediri.
Supriadi, yang sempat menjadi pahlawan Persik, harus menelan pil pahit. Dari pencetak gol pembuka, ia berubah menjadi sosok tragis dalam laga penuh emosi ini.
Skor akhir 2-1 untuk Arema FC. Kemenangan yang lahir dari tekanan tanpa henti dan drama injury time mengakhiri rekor tanpa kemenangan dengan Persik sejak 2022.
Dengan kemenangan ini, Arema FC yang sebelumnya ada pada peringkat ke-12 naik ke-10 klasemen sementara dengan 21 poin. Sementara, Persik Kediri turun ke peringkat 12 dengan 19 poin. (**)
Editor: Danu