Antisipasi Kecelakaan Arus Balik, Polres Nganjuk Siagakan Ambulans Khusus di Perlintasan Kereta
Langkah preventif ini diambil menyusul karakteristik perlintasan KA Bagor yang dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi. Struktur rel yang melintang diagonal terhadap badan jalan sering kali menyebabkan selip ban, terutama bagi pengendara roda dua saat kondisi cuaca rintik atau hujan yang membuat permukaan besi rel menjadi sangat licin.
NGANJUK, SJP–Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk menetapkan status siaga ekstra di titik rawan kecelakaan perlintasan Kereta Api (KA) Bagor seiring meningkatnya volume arus balik Lebaran 1447 H.
Sebagai langkah konkret mitigasi fatalitas kecelakaan, satu unit ambulans khusus beserta tim medis disiagakan tepat di perlintasan yang melintang di jalur Bagor–Wilangan tersebut, Rabu (25/3/2026).
Langkah preventif ini diambil menyusul karakteristik perlintasan KA Bagor yang dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi. Struktur rel yang melintang diagonal terhadap badan jalan sering kali menyebabkan selip ban, terutama bagi pengendara roda dua saat kondisi cuaca rintik atau hujan yang membuat permukaan besi rel menjadi sangat licin.
Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menegaskan bahwa penempatan personel dan armada medis di lokasi tersebut bertujuan untuk menjamin percepatan penanganan medis (golden period) jika terjadi insiden lalu lintas.
"Langkah ini kami lakukan demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, terutama yang masih bersilaturahmi maupun sedang melaksanakan arus balik Lebaran. Kami ingin memastikan setiap pengguna jalan merasa aman dan mendapatkan pertolongan cepat jika terjadi insiden," ujar AKBP Suria Miftah Irawan, Rabu (25/3/2026).
Kehadiran unit medis di titik tersebut terbukti efektif. Berdasarkan pantauan di lapangan, petugas gabungan dilaporkan telah memberikan pertolongan pertama kepada sejumlah pengendara sepeda motor yang sempat terpeleset saat melintasi rel.
Para korban langsung mendapatkan penanganan medis di lokasi tanpa harus menunggu evakuasi ke fasilitas kesehatan yang lebih jauh.
Secara teknis, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nganjuk juga melakukan pemantauan arus secara intensif melalui pos pengamanan di sekitar lokasi.
Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Ivan Danara, menjelaskan bahwa risiko kecelakaan meningkat signifikan saat intensitas hujan mulai turun di wilayah tersebut.
"Diimbau kepada para pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api Bagor, terlebih saat cuaca rintik karena permukaan rel menjadi licin," kata AKP Ivan Danara.
Ia menambahkan, pengamanan di perlintasan KA Bagor ini merupakan bagian integral dari operasi kepolisian terpusat dalam rangka pengamanan mudik dan balik Lebaran.
Selain menyiagakan ambulans, petugas kepolisian juga melakukan pengaturan ritme arus lalu lintas guna mencegah penumpukan kendaraan di atas perlintasan sebidang yang dapat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.
Jalur Bagor–Wilangan merupakan urat nadi utama yang menghubungkan wilayah Madiun menuju Nganjuk dan Surabaya. Pada puncak arus balik, ribuan kendaraan terpantau melintasi area ini setiap jamnya.
Kondisi geometri jalan di perlintasan KA Bagor yang tidak tegak lurus menuntut konsentrasi ekstra dari para pengemudi, khususnya kendaraan bermuatan berat dan sepeda motor.
Dengan penyiagaan personel secara stasioner di titik rawan ini, Polres Nganjuk menargetkan penurunan angka kecelakaan menonjol selama sisa periode masa angkutan Lebaran 2026, sekaligus memberikan rasa aman bagi pemudik yang tengah menempuh perjalanan jauh. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

