Angka Kematian Bayi dan Ibu Turun Tipis, Upaya Penurunan Jadi Prioritas
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik mencatat perkembangan AKI dan AKB tahun lalu turun tipis. Pada tahun 2023, AKI tercatat 99,38 per 100.000 kelahiran hidup dan tahun 2024 turun 21,79 sebesar menjadi 77.59. Sedangkan untuk AKB, dari 4.82 per 100.000 kelahiran hidup pada 2023, turun 0,44 menjadi 4.38 di tahun 2024.
GRESIK, SJP — Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Gresik terus menjadi prioritas Pemerintah daerah (Pemda) melalui Dinas Kesehatan.
Para dokter, bidan, perawat, dan petugas kesehatan dari puskesmas serta rumah sakit se-Kabupaten Gresik mengikuti workshop upaya penurunan tersebut, Kamis (25/9/2025).
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik mencatat perkembangan AKI dan AKB tahun lalu turun tipis.
Pada tahun 2023, AKI tercatat 99,38 per 100.000 kelahiran hidup dan tahun 2024 turun 21,79 sebesar menjadi 77.59. Sedangkan untuk AKB, dari 4.82 per 100.000 kelahiran hidup pada 2023, turun 0,44 menjadi 4.38 di tahun 2024.
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, mengatakan bahwa isu kematian ibu dan bayi bukan hanya persoalan medis, tetapi juga persoalan sosial, kemanusiaan, sekaligus masa depan generasi bangsa.
“Ini bukan sekadar angka statistik, tetapi menyangkut nyawa manusia. Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen penuh untuk memastikan setiap ibu dan bayi di Gresik mendapatkan pelayanan terbaik, terjamin keselamatannya, dan terlindungi,” kata Wabup Alif, saat menghadiri workshop.
Alif menyampaikan, workshop yang digelar ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi data, membedah kasus, serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam memperkuat sistem layanan kesehatan.
Para peserta workshop diajak untuk melakukan diskusi interaktif, mengidentifikasi akar masalah, serta mencari solusi komprehensif dalam penanganan kasus.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Semua elemen harus bersinergi, tenaga kesehatan, pemerintah, masyarakat, bahkan keluarga. Karena keselamatan ibu dan bayi adalah tanggung jawab kita bersama,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, Mukhibatul Khusna, menyampaikan kasus kematian ibu terbanyak tercatat di Kecamatan Driyorejo, Kedamean, dan Tambak.
Sedangkan kasus kematian bayi paling banyak terjadi di Kecamatan Kebomas, Manyar, dan Sangkapura.
Adapun kasus ibu hamil berisiko tinggi terbanyak ditemukan di Kecamatan Manyar, Menganti, dan Kebomas.
Pihaknya pun mengapresiasi penurunan AKI dan AKB tahun lalu.
"Ini pencapaian yang patut diapresiasi, tetapi belum cukup. Kita harus bekerja lebih keras dan berkolaborasi lintas sektor agar penurunan ini berlanjut secara signifikan,” pungkasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

