HEBITREN Bondowoso Dikukuhkan, Pesantren Siap Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
Pengurus HEBITREN Kabupaten Bondowoso resmi dikukuhkan dalam Festival Muharram 1448 Hijriah x Road to Fesyar SAMARA. Pesantren didorong menjadi motor penggerak ekonomi umat dan penguatan ekonomi syariah daerah.
BONDOWOSO, SJP β Kabupaten Bondowoso semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang serius mengembangkan ekonomi syariah berbasis masyarakat. Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dimanfaatkan pemerintah daerah bersama berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat peran pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat.
Komitmen tersebut ditandai dengan pengukuhan Pengurus Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) Kabupaten Bondowoso dalam rangkaian Festival Muharram 1448 Hijriah x Road to Fesyar SAMARA (Semarak Ekonomi Syariah Sekarkijang). Pengukuhan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas ekosistem ekonomi syariah yang selama ini tumbuh dari lingkungan pesantren.
Kehadiran HEBITREN dinilai penting karena pesantren tidak lagi hanya berperan sebagai lembaga pendidikan dan pusat dakwah, melainkan juga sebagai kekuatan ekonomi yang mampu menciptakan kemandirian, membuka lapangan usaha, serta menggerakkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.
Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Bank Indonesia Jember, kalangan pesantren, pelaku UMKM, dan sektor keuangan syariah, penguatan ekonomi berbasis pesantren diharapkan menjadi salah satu fondasi pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah tidak dapat dipisahkan dari peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, sekaligus pemberdayaan masyarakat. Karena itu, kehadiran HEBITREN diharapkan mampu menjadi wadah penguatan jaringan ekonomi antar pesantren dan pelaku usaha berbasis syariah.
Menurutnya, Festival Muharram yang dipadukan dengan Road to Fesyar SAMARA bukan sekadar seremoni pergantian tahun dalam kalender Islam, melainkan momentum untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
βIni bukan sekadar perayaan Tahun Baru Islam, melainkan ikhtiar bersama untuk memperkuat ekonomi masyarakat yang mandiri, inklusif, dan berkeadilan,β kata Abdul Hamid Wahid.
Selain pengukuhan HEBITREN, kegiatan tersebut juga diwarnai dengan penyerahan mock-up business matching pembiayaan syariah, penyerahan sertifikat halal kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta sertifikasi halal bagi Rumah Potong Hewan (RPH).
Program-program tersebut menjadi wujud nyata penguatan ekosistem ekonomi syariah di Bondowoso. Melalui akses pembiayaan yang lebih luas dan kepastian legalitas usaha, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso meyakini bahwa sertifikasi halal dan dukungan pembiayaan syariah akan menjadi instrumen penting dalam meningkatkan daya saing produk lokal di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Bupati menambahkan, penguatan ekonomi syariah harus dibangun melalui tiga pilar utama, yakni akses pembiayaan yang mudah, pendampingan usaha yang berkelanjutan, serta kepastian legalitas usaha. Dengan dukungan tersebut, UMKM di Bondowoso diharapkan mampu tumbuh lebih kuat dan kompetitif.
Sementara itu, Ketua HEBITREN Jawa Timur KH Faiz AHZ menyebut pengukuhan HEBITREN sebagai langkah strategis untuk menjadikan pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi umat.
"Pengukuhan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren dan umat. Pesantren harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Melalui HEBITREN, kami berharap terbangun jaringan usaha yang kuat antar pesantren dan lahir pelaku-pelaku usaha syariah yang memberikan manfaat luas bagi kesejahteraan umat,β tegasnya.
Tidak hanya berorientasi pada penguatan ekonomi, Festival Muharram 1448 Hijriah juga menjadi ruang mempererat ukhuwah Islamiyah melalui rangkaian Tabligh Akbar yang dihadiri masyarakat dari berbagai kalangan. Semangat hijrah yang menjadi makna utama Tahun Baru Islam diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi, kolaborasi, dan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Dengan dibukanya Festival Muharram 1448 Hijriah x Road to Fesyar SAMARA, Bondowoso kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pembangunan daerah. Di saat yang sama, pengukuhan HEBITREN menjadi tonggak penting untuk memperkuat peran pesantren dalam menciptakan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan umat. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

