Anggaran Turun, Pemkab Malang lewat Wabup Dapat Dukungan Program dari Jajaran Menteri
Wabup Malang menemui sejumlah menteri di Jakarta guna mengamankan berbagai program pusat sebagai penopang pembangunan daerah setelah TKD mengalami pemangkasan signifikan.
MALANG, SJP — Pemkab Malang melalui Wakil Bupati Dra. Hj. Lathifah Shohib melakukan manuver cepat ke pemerintah pusat setelah transfer ke daerah dipotong Rp644 miliar.
Pemkab menilai pemangkasan itu tidak boleh menghentikan perbaikan infrastruktur pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga perikanan yang masih sangat membutuhkan dukungan fiskal.
Selama empat hari di Jakarta beberapa waktu lalu, Wabup membuka jalur komunikasi langsung ke sejumlah kementerian untuk memastikan kebutuhan daerah tetap tertangani melalui APBN.
Pemkab memilih aktif menjemput program pusat karena sebagian pembangunan fisik kini tidak lagi dibiayai melalui TKD.
“Pasca saya membuka pintu ke kementerian, semoga OPD mem-follow up dengan intens dan baik hingga benar-benar membuahkan hasil,” ujar Lathifah Shohib kepada awak media saat membuka di sela Acara Gelar Kreasi Seni dan Prestasi Insan Pendidikan serta Lomba Kreasi Seni Siswa dan Guru di Pendopo Kepanjen, Sabtu (15/11/2025).
Menurutnya, defisit yang muncul akibat turunnya transfer ke daerah harus disikapi dengan strategi jemput bola.
“Kita itu banyak kebutuhan infrastruktur pendidikan yang perlu diperbaiki, begitu juga kesehatan. Tidak mungkin semuanya ditutup APBD,” tegas Wabup.
Ia menambahkan bahwa Pemkab sudah menyandingkan program prioritas yang tidak bisa dibiayai daerah agar masuk melalui kementerian.
“Kita menyesuaikan program yang tidak mampu dibiayai APBD. Yang bisa kita dorong ke pusat ya kita dorong ke APBN,” ujarnya.
Dalam keterangannya, hasil audiensi dengan Bappenas menjadi salah satu yang paling strategis.
“Kami diminta membentuk tim khusus yang akan berkoordinasi satu pintu. Dari Bappenas juga membentuk tim. Beliau itu percaya Kabupaten Malang bisa maju, makanya beliau komit untuk membantu,” ungkapnya.
Pertemuan dengan Menko Pangan juga membuka peluang baru untuk pertanian, peternakan, dan perikanan.
“Saya jelaskan bahwa kita punya potensi besar. Pertanian bagus, peternakan kita punya Kopsae yang sudah nasional, perikanan kita punya Laut Selatan Sendang Biru dan kampung nelayan di Pujiharjo,” kata Wabup.
Respons menteri dinilai sangat positif.
“Beliau bilang, ajukan program ke kementerian masing-masing. Nanti saya yang mengawal. Itu bentuk dukungan yang sangat berarti,” imbuh Wabup.
Di Kemenko PM, Wabup juga mendapatkan penugasan lanjutan untuk tahun 2026. Dimana Deputi langsung memploting Kabupaten Malang sebagai penyumbang peserta program magang luar negeri untuk siswa SMK. Ini peluang besar untuk peningkatan SDM.
Wabup menegaskan bahwa seluruh hasil kunjungan kerja tersebut dipersembahkan untuk masyarakat Malang.
“Ini kado dari saya untuk Hari Jadi Kabupaten Malang. Semoga benar-benar bisa membawa manfaat untuk warga,” pungkasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

