Anak Indonesia Menyapa Dunia Lewat Lukisan Laut di Ajang Internasional MinirestART "The Big Blue" Serbia

Meski belum ada perwakilan dari LAC yang meraih juara, pencapaian ini tetap membanggakan karena menunjukkan bahwa karya seni anak-anak Indonesia mendapat pengakuan di level dunia.

17 Feb 2025 - 21:19
Anak Indonesia Menyapa Dunia Lewat Lukisan Laut di Ajang Internasional MinirestART "The Big Blue" Serbia
10 murid Lotus Art Courses yabg karyanya lolos untuk dipamerkan dalam lomba MinirestART

SURABAYA, SJP - Dunia laut selalu menjadi daya tarik bagi anak-anak. Keindahan terumbu karang, ikan yang berenang berkelompok, hingga misteri kehidupan di bawah permukaan air sering kali menginspirasi imajinasi mereka. 

Begitu pula bagi para peserta 6th International Children's Art Competition MinirestART "The Big Blue" di Serbia tahun 2024. Kompetisi seni internasional ini mengusung tema besar WATER, mengajak anak-anak dari berbagai negara untuk menuangkan kreativitas mereka dalam menggambarkan lautan, sungai, hujan, dan kehidupan di dalamnya.

Dari 5.785 karya yang dikirimkan, hanya 743 yang berhasil lolos untuk dipamerkan. Di antara ratusan karya yang dipilih, 10 di antaranya adalah hasil karya anak-anak berbakat dari Lotus Art Courses (LAC), sebuah tempat kursus seni di Indonesia. 

Meski belum ada perwakilan dari LAC yang meraih juara, pencapaian ini tetap membanggakan karena menunjukkan bahwa karya seni anak-anak Indonesia mendapat pengakuan di level dunia. 10 anak yang karyanya lolos untuk dipamerkan ialah:

  1. Eunike Liem, 7 (Selected International Exhibitors)
  2. Raynold Alexander, 10 (Selected International Exhibitors)
  3. Zhenaya Mono, 10 (Selected International Exhibitors)
  4. Celine Zaneta, 8 (Selected International Exhibitors)
  5. Joseph Pierre, 9 (Selected International Exhibitors)
  6. Hayuning Arumdani, 11 (Selected International Exhibitors)
  7. Ignacia Emma, 13 (Selected International Exhibitors)
  8. Quincy Balfour, 11 (Selected International Exhibitors)
  9. Raphael Benedict, 11 (Selected International Exhibitors)
  10. Catherine Arizona, 11 (Selected International Exhibitors)

Proses Kreatif dan Dukungan Keluarga

I Putu Mahendra, selaku pemilik sekaligus pengajar di LAC, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian anak-anak didiknya. 

"Kami selalu mendorong anak-anak untuk berani berekspresi dan menuangkan kreativitas mereka. Seni bukan hanya tentang teknik, tetapi juga tentang bagaimana mereka melihat dunia dan menuangkannya ke dalam karya," ungkap Putu saat ditemui di Lotus Art Space, Senin (17/2/2025).

"Bisa terpilih dalam pameran internasional adalah bukti bahwa imajinasi mereka memiliki daya tarik global," imbuhnya.

Salah seorang peserta yang berhasil masuk dalam pameran adalah Reynold Alexander, bocah berusia 10 tahun yang menggambarkan kehidupan bawah laut dalam karyanya. Dengan senyum malu-malu, ia mengungkapkan rasa senangnya bisa ikut serta dalam kompetisi ini.

"Aku gambar ikan, dunia laut. Ada terumbu karang dan ikan-ikan yang berenang berkelompok," ujarnya singkat.

Menurut sang ibu, Ana, Reynold menyelesaikan lukisannya dalam waktu yang relatif singkat. Bermula dengan belajar menggambar lewat mainan dan video YouTube, kini putranya itu sudah bisa menggambar dengan imajinasinya sendiri.

"Karena ukurannya kecil, hanya 15x15 cm, dia bisa menyelesaikannya dalam beberapa jam. Dulu, dia masih sering melihat model dari mainan atau video di YouTube. Sekarang, sudah lebih banyak yang dia gambar langsung dari ingatan," jelas Ana.

Seni Sebagai Bekal Masa Depan

Lebih dari sekadar hobi, Ana berharap keterampilan menggambar Reynold bisa menjadi bekal masa depan, dirinya sadar bahwa di dunia yang semakin kompetitif, kemampuan akademik saja tidaklah cukup.

“Saya ingin dia punya skill yang bisa berguna nantinya. Akademik memang penting, tapi anak-anak sekarang juga harus punya keterampilan," katanya.

Di sekolahnya, SD Kristen Petra 7, prestasi Reynold mendapatkan apresiasi dengan dipublikasikan di media sosial sekolah. Meski demikian, Ana mengungkapkan bahwa prestasi seni di tingkat SD belum bisa digunakan sebagai jalur prestasi untuk masuk SMP di sekolah tersebut. 

"Kalau dia sudah di SMP dan terus berprestasi, nanti baru bisa digunakan. Sayang juga sih, karena banyak anak berbakat yang sebenarnya bisa lebih diapresiasi,” tambahnya.

Bangga dengan Karya Anak Bangsa

Prestasi 10 anak dari LAC ini menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia memiliki kreativitas yang mampu bersaing di tingkat internasional. Meskipun belum meraih juara, masuknya mereka dalam pameran internasional menjadi bukti bahwa seni anak bangsa bisa mendapat pengakuan di luar negeri.

"Yang terpenting bukan soal menang atau kalah, tapi bagaimana anak-anak ini terus berkembang dan menemukan kebahagiaan dalam berkarya," tutup I Putu Mahendra.

Keberhasilan ini juga menjadi motivasi bagi anak-anak lain di Indonesia untuk terus mengasah kreativitas mereka. Siapa tahu, di masa depan, lebih banyak lagi karya seni anak bangsa yang tidak hanya dipamerkan, tetapi juga membawa pulang gelar juara di ajang internasional! (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow