Aksi Solidaritas Kumail Pasuruan Raya Turun Jalan Untuk Palestina

Aksi unjuk rasa tersebut, merupakan bentuk penolakan terhadap serangan Israel ke Palestina dikarenakan hubungan Hamas dan Israel yang memanas.

13 Oct 2023 - 12:30
Aksi Solidaritas Kumail Pasuruan Raya Turun Jalan Untuk Palestina
Aksi damai dilakukan Kumail untuk Palestina di Alun-alun Bangil (foto isbi/SJP)

Kabupaten Pasuruan, SJP - Ratusan massa yang menamakan dirinya Komite Umat Islam anti-Amerika dan Israel (KUMAIL) Pasuruan Raya melakukan aksi damai di Alun-alun Bangil, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan pada Jumat (13/10/2023) siang, untuk mendukung semua bentuk perlawanan rakyat Palestina untuk meraih hak asasi manusia dan memperjuangkan cita-cita kemerdekaan yang merupakan hak bagi semua bangsa di dunia.

Aksi unjuk rasa tersebut, merupakan bentuk penolakan terhadap serangan Israel ke Palestina dikarenakan hubungan Hamas dan Israel yang memanas. 

Humas Kumail Pasuruan Raya Ja'far Assegaf mengatakan aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan penjajahan yang dilakukan Israel terhadap Palestina sejak 75 tahun.

"Hari ini kita melakukan aksi sebagai bentuk penolakan terhadap serangan Israel pada Palestina. Tidak hanya di Pasuruan Raya yang melakukan aksi. Melainkan beberapa daerah seperti Malang, Probolinggo juga hari ini ikut aksi juga," katanya.

Tidak hanya aksi orasi saja, masih kata Ja'far Assegaf ada beberapa point pernyataan sikap yang diberikan pada Israel untuk Palestina.

Ada 5 pernyataan sikap antara lain :

1. Mengucapkan selamat kepada umat Islam dan seluruh pejuang keadilan sejagad raya atas seluruh keberhasilan para pejuang Palestina dalam upaya mengusir penjajah dan meraih hak-hak asasi dan kemerdekaan.

2. Menganggap akar permasalahan isu Palestina adalah penjajahan rezim Zionis dan ketidakadilan terhadap rakyat dan bangsa Palestina yang telah berlangsung selama 75 tahun.

3. Menganggap penjajah Zionis dan para pendukungnya, khususnya Amerika .Serikat, sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam menyulut eskalasi di kawasan dan terhadap kemungkinan timbulnya perang yang luas di seluruh kavvasan.

4. Mengutuk keras kejahatan perang dan aksi genosida terhadap rakyat Palestina di jalur Gaza.

5. Mengimbau umat Islam dan para pejuang keadilan di seluruh dunia untuk aktif mendukung perjuangan dan kemerdekaan rakyat Palestina.

"Operasi "Badai al-Aqsha" yang dilancarkan kelompok perlawanan Palestina pada 7 Oktober lalu adalah tsunami yang dalam seketika berhasil meluluh-lantakkan entitas dan citra "militer tak terkalahkan" negara palsu bernama "Israel". Citra yang rontok' dan terinjak-injak di bawah kaki para pejuang," lanjut Ja'far Assegaf.

Sementara Koordinator Lapangan untuk perempuan Aminah Yahya menambahkan Palestina ini tidak mungkin lagi dikembalikan, tidak peduli seberapa keras upaya pemulihan citra yang dilakukan "Israel" dan para pendukungnya dengan membombardir wilayah Jalur Gaza dan membunuh sebanyak mungkin penduduk sipil di sana.

"Operasi "Badai al-Aqsha" tak hanya mematahkan mitos militer zionis sebagai "militer tak terkalahkan", mnelainkan juga menghancurkan mitos "Israel" sebagai "negara suaka" yang mampu melindungi orang-orang Yahudi. "Badai al-Aqsha" juga telah berhasil meremukkan semua ilusi yang mendasari rencana dan impian para penjajah yang bahkan tidak akan terselamatkan oleh gelombang normalisasi hubungan beberapa negara Arab dengan rezim kolonial zionis Israel," jelas Aminah Yahya. (*)

Editor : Queen Ve

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow