Akses Nelayan Ikan di Desa Gumeng Gresik Terancam Terputus Akibat Pendangkalan Sungai

Nelayan ikan di Desa Gumeng, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, terancam tak bisa melaut karena kondisi sungai yang mendangkal saat kemarau. Sungai yang terhubung ke laut itu mendangkal dan memerlukan pengerukan.

23 Jun 2025 - 23:07
Akses Nelayan Ikan di Desa Gumeng Gresik Terancam Terputus Akibat Pendangkalan Sungai
Foto : Perahu-perahu nelayan bersandar di sungai Desa Gumeng, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. (Foto: Istimewa)

GRESIK, SJP — Akses nelayan ke laut guna mencari ikan di Desa Gumeng, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, terancam terputus akibat pendangkalan sungai. Akses sungai yang biasa dijadikan tempat bersandar maupun bongkar muat ikan hasil tangkapan kini mendangkal karena musim kemarau. 

Kepala Desa Gumeng Muhyiddin, mengatakan terdapat ratusan warga yang menggantungkan kebutuhan hidup keluarga mereka sehari-hari dengan berprofesi sebagai nelayan. Mereka harus menempuh jarak sejauh lima kilometer untuk sampai ke laut.

Sungai dengan lebar enam meter itu menjadi satu-satunya akses ke laut dan menjual hasil tangkapan.

“Peran sungai ini sangat penting bagi para nelayan Desa Gumeng, karena menjadi akses utama mereka menuju laut untuk mencari ikan. Untuk itu sungai ini harus terus dijaga,” kata Muhyiddin, Senin (22/6/2025). 

Muhyiddin menyampaikan, beberapa tahun lalu sudah pernah mengusulkan normalisasi dan pengurukan agar sungai tidak mengalami pendangkalan saat musim kemarau dan nelayan tetap bisa melaut. Namun hingga kini belum terealisasi. 

Ia juga menyebut, dahulu sudah pernah ada kunjungan dan penafsiran anggaran kebutuhan untuk pengerukan sungai dan bahkan alat berat sudah datang.

"Tetapi ditarik lagi dan sampai saat ini normalisasi belum terjadi. Padahal sungai ini sangat butuh normalisasi, demi kesejahteraan masyarakat desa khususnya nelayan,” terangnya.

Ia berharap ada campur tangan dari pemerintah maupun baik daerah, provinsi maupun pusat bahkan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mencarikan solusi kongkrit.

Sebab kata dia, sungai yang menjadi akses utama nelayan melaut butuh perhatian khusus, agar perekonomian warga tetap berjalan, dan kesejahteraan mereka semakin meningkat. 

“Kami berharap pemerintah segera turun tangan dan melakukan normalisasi. Agar sungai tidak mengalami pendangkalan setiap musim kemarau. Tujuannya tidak lain untuk kesejahteraan masyarakat desa yang berprofesi sebagai nelayan, agar mereka bisa tetap melaut di segala musim,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow