Banyuwangi Siap Hadapi Lebaran, Stok Bahan Pokok dan BBM Aman

Pemkab Banyuwangi memastikan ketersediaan bahan pokok dan BBM selama Ramadan-Lebaran 2026 mencukupi, dengan stok beras 97.000 ton, minyak goreng 38.000 liter, gula 85 ton, dan BBM untuk 20 hari, serta pengawasan distribusi dan harga untuk menjaga stabilitas.

25 Feb 2026 - 19:02
Banyuwangi Siap Hadapi Lebaran, Stok Bahan Pokok dan BBM Aman
Survei lokasi dan stok bahan pokok selama Ramadhan 2026, pada rabu (25/02). (Foto: banyuwangikab.go.id)

BANYUWANGI, SJP - Pemkab Banyuwangi telah memastikan ketersediaan bahan pokok dan BBM selama Ramadan-Lebaran 2026 dengan stok yang berlebih, sehingga dapat memenuhi kebutuhan lokal dan regional.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, didampingi oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, Kepala BI Jember Iqbal Reza Nugraha, tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), dan Satgas Pangan Kabupaten Banyuwangi, melakukan inspeksi langsung ke Gudang Bulog Banyuwangi dan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tanjungwangi pada Rabu (25/2/2026).

Inspeksi tersebut bertujuan untuk memantau ketersediaan bahan pokok dan BBM. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa stok bahan pokok dan BBM di Banyuwangi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran 2026.

"Alhamdulillah, hari ini kami memastikan bahwa stok bahan pokok di Banyuwangi sangat mencukupi, meliputi beras, minyak goreng, BBM, dan gas elpiji. Harga juga terkendali, semuanya aman," ungkap Ipuk, Bupati Banyuwangi.

Ipuk menjelaskan, pemerintah daerah akan terus memantau stok dan distribusi bahan pokok, serta energi, untuk mencegah manipulasi harga di pasar.

"Kami terus melakukan pengawasan bersama tim TPID, Satgas Pangan Polresta, dan Bulog. Selain menjaga stabilitas harga, kami juga mengawasi agar tidak ada permainan harga oleh spekulan," ujar Ipuk

Sementara itu, Dwiana Puspitasari, Kepala Bulog Cabang Banyuwangi, menyatakan, stok beras di gudang Bulog Banyuwangi saat ini mencapai 97 ribu ton, yang diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan konsumsi beras masyarakat Banyuwangi.

Koordinasi yang efektif dari Bulog Banyuwangi berhasil menjaga kestabilan stok beras selama periode Ramadan dan Lebaran, bahkan memungkinkan suplai beras ke daerah-daerah yang defisit seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan kemampuan distribusi logistik pangan yang sangat baik.

"Data menunjukkan penyerapan kami sudah mencapai 28 persen dari target, meski baru memasuki bulan kedua tahun ini. Ini mengindikasikan kinerja yang positif dan potensi peningkatan cadangan yang signifikan," jelas Dwiana.

Di Pasar Blambangan, harga beras premium dalam kemasan 5 Kg tercatat sebesar Rp75 ribu, sedangkan beras kualitas medium dalam kemasan 5 Kg sebesar Rp68 ribu.

Selain beras, Bulog memastikan ketersediaan minyak goreng dengan stok 38 ribu liter dan tambahan 100 ribu liter. Gula tersedia 85 ton dan pangan pokok lainnya juga siap.

"Untuk menjaga harga stabil, kami bersama Pemkab Banyuwangi dan TPID rutin adakan pasar murah di kecamatan. Oleh karena itu, cadangan pangan di Banyuwangi mencukupi kebutuhan masyarakat dan sangat aman," tuturnya.

Alia Anggraini, Integrated Terminal Manager Tanjungwangi PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan BBM dan elpiji mencukupi selama Ramadan dan Lebaran.

Kebutuhan BBM di Banyuwangi biasanya sekitar 2.300-2.500 kiloliter per hari untuk semua jenis bahan bakar. Tapi, saat menjelang mudik, kebutuhan itu melonjak jadi sekitar 2.700-2.800 kiloliter per hari.

Konsumsi pertalite dan biosolar cenderung meningkat menjelang Lebaran, terutama pertalite yang mengalami kenaikan sekitar 3-5 persen dari hari biasa, biasanya dimulai sekitar satu minggu sebelum Lebaran. Ini terkait dengan meningkatnya aktivitas perjalanan mudik.

"Dari sisi cadangan, kapasitas tangki BBM seperti Pertalite di kami sekitar 32.000 kiloliter dengan kapasitas tangki yang bisa menampung lebih dari 20 hari. Jadi, stok aman," tutur Alia.

Kebutuhan konsumsi elpiji masyarakat Banyuwangi mencapai 200 metrik ton setiap hari, sedangkan kapasitas tangki penyimpanan yang tersedia mencapai 10.000 metrik ton, menunjukkan ketersediaan yang cukup untuk beberapa hari ke depan.

"Stok elpiji masih aman, alokasi yang ada saat ini masih cukup, sehingga untuk sementara tidak perlu melakukan extra dropping, semuanya terkendali," tutupnya. (**)

Sumber: banyuwangikab.go.id
Penulis: Paskalis Arakat, Mahasiswa Magang Unitri
Editor: Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow