750 Toko di Bojonegoro Gabung SRC, Pemkab Bidik Penguatan Pasar Produk Lokal

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, keberadaan toko-toko SRC tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berpotensi menjadi saluran pemasaran bagi produk-produk lokal yang dihasilkan masyarakat.

05 Jun 2026 - 15:50
750 Toko di Bojonegoro Gabung SRC, Pemkab Bidik Penguatan Pasar Produk Lokal
Wabup Nurul Azizah (tengah), bersama manajemen dan member SRC. (Abrori/SJP)

BOJONEGORO, SJP – Jaringan toko kelontong yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC) terus menunjukkan pertumbuhan di Kabupaten Bojonegoro. Saat ini, sekitar 750 toko telah menjadi bagian dari jaringan tersebut dan dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan hingga tingkat desa.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, keberadaan toko-toko SRC tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berpotensi menjadi saluran pemasaran bagi produk-produk lokal yang dihasilkan masyarakat.

Menurutnya, penguatan jaringan usaha mikro dan toko kelontong menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas peredaran produk daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

“Produk lokal Bojonegoro harus memiliki akses pasar yang lebih luas. Jaringan toko yang tergabung dalam SRC bisa menjadi mitra strategis untuk mendukung hal tersebut,” ujarnya dalam peringatan HUT ke-18 SRC Kabupaten Bojonegoro di Pendopo Malowopati, Kamis (4/6/2026).

Pemkab Bojonegoro, lanjut Nurul, berkomitmen mendukung pengembangan usaha masyarakat melalui berbagai program, mulai dari pembinaan pelaku usaha, kemudahan perizinan, hingga penguatan kolaborasi dengan sektor pertanian dan peternakan.

Ia berharap jumlah anggota SRC di Bojonegoro terus bertambah sehingga jaringan distribusi dan pemasaran produk masyarakat dapat menjangkau lebih banyak wilayah, termasuk desa-desa yang selama ini belum terlayani secara optimal.

Di sisi lain, pertumbuhan SRC secara nasional menunjukkan perkembangan yang signifikan. Ketua PT SRC Indonesia, Romulus Susanto, mengungkapkan bahwa saat pertama kali dibentuk pada 2008, jaringan tersebut hanya beranggotakan 57 toko.

Kini, setelah berjalan selama 18 tahun, jumlah anggota SRC telah melampaui 250 ribu toko yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

“Perkembangan ini menunjukkan bahwa toko kelontong masih menjadi salah satu pilar ekonomi masyarakat yang memiliki daya tahan kuat,” kata Romulus.

Berdasarkan hasil survei tahun 2026, jaringan SRC disebut memberikan kontribusi ekonomi hingga sekitar Rp251 triliun. Angka tersebut mencerminkan besarnya peran usaha ritel skala kecil dalam menopang aktivitas ekonomi nasional.

Romulus menilai pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Selain memperkuat UMKM, jaringan toko kelontong juga dinilai mampu menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan pekerjaan di berbagai daerah.

Dengan jumlah anggota yang terus bertambah, SRC diharapkan tidak hanya menjadi wadah pengembangan toko kelontong, tetapi juga mampu memperkuat rantai pemasaran produk lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari tingkat desa. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow