MCC Dari Malang Untuk Indonesia dan Dunia Jadi Episentrum Pelaku Usaha Kreatif

Keberadaan MCC (Malang Creatif Center) bagian dari ekonomi kreatif yang memiliki konsep 8C dari modal jual bonus demografi yang diresmikan pada 22 September 2023, dan sudah beroperasional sejak Desember 2022, MCC memiliki filosofi dari Malang untuk Indonesia dan dunia jadi episentrum pelaku usaha kreatif menuju kota wisata dunia UNESCO 2025.

19 Nov 2023 - 06:00
MCC Dari Malang Untuk Indonesia dan Dunia Jadi Episentrum Pelaku Usaha Kreatif
Lokasi MCC berada di pusat kota Malangraya yang bisa diakses melalui bus Macito (Malang City Tour) Dishub Kota Malang melewati bangunan cagar budaya bernilai sejarah menjadi wisata edukasi.(Foto: Jefri Yulianto/SJP)

Kota Malang, SJP - Keberadaan building MCC (Malang Creatif Center) bagian dari ekonomi kreatif yang memiliki konsep 8C dari modal jual bonus demografi yaitu Creative (Kreatif), Create (Kreasi), Communication (Komunikasi), Collaboration (Kolaborasi), Commerce (Komunikasi), Champion (Juara), Consistent (Konsisten) dan Culture (Berbudaya).

Diresmikan pada 22 September 2023, dan sudah beroperasional sejak Desember 2022, MCC memiliki filosofi dari Malang untuk Indonesia dan dunia jadi episentrum pelaku usaha kreatif menuju kota wisata dunia UNESCO 2025.

Hal itu disampaikan Manager Program MCC, Armand saat mendapat kunjungan awak media ke lokasi, Jumat (17/11/2023) disela kegiatan peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan 54-55 yang diadakan PWI Malangraya hingga 19 Nopember 2023.

"MCC ini adalah wadah kegiatan menciptakan ekosistem ekonomi kreatif jadi episentrum pelaku usaha kreatif menuju satu kota maju berkembang seperti yang juga disampaikan Gubernur Jawa Timur," katanya mengutip saat diwawancara.

Tak hanya itu, kata Armand untuk geliat kegiatan usaha secara produktif di building MCC sendiri banyak melibatkan SDM unggul diantaranya menjadi ‘rumah’ bagi para pelaku 17 subsektor ekonomi kreatif.

Bahkan source SDM di kota Malang ini setiap tahun ajaran baru kedatangan SDM produktif hingga 300 ribu, terutama mahasiswa aktif bertujuan membangun jiwa enterpreneurship (kewirausahaan).

Konsep ini juga terapkan kolaborasi model Pentahelix yang juga dikenal sebagai konsep ABCGM yaitu Academician, Business, Community, Government, dan Media plus ditambah lagi sektor kesehatan.

Konsep hexahelix juga berperan vital dan terdampak atau berdampak langsung pada proses pengembangan di MCC.

Adapun daya dukung dimaksud, lanjut Armand meliputi dari kreasi para pelaku atau sumber daya manusia (SDM) ekonomi kreatif yakni di bidang arsitektur, film, fotografi, kriya, kuliner, seni rupa, desain produk, aplikasi, game, televisi dan radio, fesyen, pertunjukan, desain interior, periklanan, penerbitan, DKV, dan musik.

Tak henti di satu paparan terkait MCC juga disampaikan Dr Nurafni Eltivia, SE MSA Ak CA CSRS CSRA selaku Kepala Departemen Akuntansi Polteknik Negeri Malang saat memberi keterangan terbuka ke awak media terkait pengembangan ekonomi kreatif kota Malang, Sabtu (18/11/2023) di Mini Block Office (MBO) kota Malang.

Ia menjelaskan saat ini produktifitas produk kreatif melalui keberadaan MCC (Malang Creatif Center) bagian dari ekonomi kreatif yang memiliki potensi untuk pengembangan ekonomi kreatif dan mendapat dukungan pemerintah kota Malang.

Bahkan, menurutnya konsep pengembangan ekonomi kreatif ini pada tingkat Produk Domestik Bruto (PDB) Ekonomi kreatif Indonesia mampu berkontribusi 7,8% terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri di tahun 2021-2022.

"Adanya MCC ini bisa mensupport ekonomi kreatif di Malang," sanjungnya.

Nurafni menambahkan beberapa waktu lalu melalui Kawasan Ekonomi Kreatif di Singosari, Malang juga sudah siap dan perlu dikembangkan melalui adanya 11 studio animasi yang menghasilkan produk animasi kini sudah menjadi project miliaran rupiah.

“Hasil diskusi kami dengan pihak terkait pengembangan tersebut saat ini masih belum ada aksi jelas. Tapi kalo dikatakan secara nilai yang ditumbuhkan dari KEK, itu sudah tahap Kementrian levelnya yang harus turut andil. Nyatanya saat ini juga sudah ada komunikasi rencana kerjasama dengan luar negeri. Eropa dan Jerman,” bebernya.

Sampai saat ini dari 11 video animasi tersebut, lanjut Nurafni melibatkan kalangan muda dengan karya animasi berjudul IN THE KOS yang terinspirasi dari karya animasi berjudul Upin-Ipin yang tadinya juga berasal dari Indonesia. 

Tapi karena soal keuangan atau pendanaan kemudian di klaim pihak negara Malaysia karena untuk menghasilkan satu karya animasi juga melibatkan ratusan pegawai dan industri kreatif.

“Itu sebabnya hingga kini masih melibatkan dana dari luar negeri sebagai modal untuk mengatasinya. 

Alasannya jelas, tandas Nurafni dari SDM yang dilibatkan juga mencakup dari kalangan akademisi kampus dan kalangan muda yang mempunyai kemampuan kreasi menciptakan produk berbasis jasa.

Lalu, sumber juga mengulas terkait dukungan pemerintah setempat merespon adanya hal positif memajukan ekonomi kreatif dengan hadirnya MCC (Malang Creatif Center) sebagai wadah kreasi produk berbasis jasa tanpa meninggalkan kearifan lokal yang dimiliki SDM yang saat ini berkembang.

Kedua, dari undangan yang melibatkan hadirnya peran media juga disampaikan sangat berpengaruh mendorong ekonomi kreatif kota Malang melalui MCC.  

Dibutuhkan sinergitas antara pemangku kebijakan setempat dengan para pemilik modal sebagai sumber anggaran terciptanya ekonomi kreatif berdaya saing mandiri dan berkelanjutan.(*)

Pewarta : Jefri Yulianto

editor: trisukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow