5.691 Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Diberangkatkan ke Tanah Suci
Kloter 15 Embarkasi Surabaya berangkat penuh tanpa penundaan, disertai jemaah tertua berusia 104 tahun yang tetap semangat menunaikan ibadah haji.
SURABAYA, SJP — Kelompok terbang (kloter) 15 asal Kabupaten Gresik resmi diberangkatkan menuju Jeddah pada Selasa (6/5/2025). Sebanyak 380 jemaah dalam kloter tersebut dinyatakan lengkap tanpa penundaan, menjadikannya salah satu kloter dengan tingkat kesiapan paling baik dari asrama haji embarkasi Surabaya.
Hingga pelepasan kloter ke-15, total sudah ada 5.691 jemaah dan petugas yang diberangkatkan dari embarkasi Surabaya, atau sekitar 15 persen dari total 36.845 jemaah yang akan berangkat melalui Surabaya.
Jemaah Tertua Usia 104 Tahun
Di tengah rombongan besar para jemaah, perhatian tertuju pada sosok Marhamah, jemaah asal Pamekasan yang kini menjadi jemaah tertua dari embarkasi Surabaya. Di usianya yang telah mencapai 104 tahun, dia tetap menunjukkan semangat luar biasa untuk menunaikan ibadah haji.
"Jemaah tertua dari Pamekasan yang berusia 107 tahun telah wafat sebelum masa operasional haji dimulai. Sehingga jemaah haji tertua kini adalah Marhamah, usia 104 tahun," ujar Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Akhmad Sruji Bahtiar, Selasa (6/5/2025).
Evaluasi Pelayanan Percepat Proses Penerimaan
PPIH terus melakukan perbaikan dalam pelayanan jemaah. Salah satu hasilnya, proses penerimaan yang sebelumnya memakan waktu hingga tiga jam kini dipersingkat menjadi hanya 1,5–2 jam.
"Di kloter pertama, proses penerimaan bisa tiga jam. Tetapi layanan itu kita evaluasi setiap hari sehingga semakin cepat," jelas Bahtiar.
Dia menambahkan, keterlambatan karena jemaah izin ke toilet saat sudah berada di bus kini dapat diantisipasi dengan edukasi rutin sebelum pemberangkatan.
Sementara itu, mayoritas jemaah menunjukkan kepatuhan terhadap aturan penerbangan. Hanya ditemukan beberapa kasus kecil seperti membawa rokok lebih dari batas yang diizinkan.
"Ada satu dua jemaah yang membawa rokok lebih dari 200 batang atau 2 slop. Tetapi itu sedikit sekali. Alhamdulillah sejauh ini para jemaah cukup tertib," ungkap Bahtiar.
Satu Jemaah Masih Dirawat
PPIH juga melaporkan bahwa satu jemaah masih dirawat di RS Haji karena sakit ginjal. Karena itu, pendampingnya turut tertunda keberangkatannya untuk menemani jemaah. Sementara itu, seorang jemaah dari kloter 3 asal Tulungagung dinyatakan wafat pada Ahad (4/5/2025).
"Kita doakan semoga tidak bertambah yang meninggal. Jemaah yang sakit segera diberikan kesembuhan sehingga dapat menyusul ke tanah suci," imbuhnya.
Kloter Tambahan untuk Selasa (6/5/2025)
Hari ini, Asrama Haji Surabaya menerima kedatangan lima kloter tambahan.
· Kloter 16 dan 17 dari Kota Surabaya (tiba pukul 10.20 WIB dan 12.20 WIB).
- Kloter 18 dan 19 dari Kabupaten Jombang (pukul 13.20 WIB dan 14.20 WIB).
- Kloter 20 dari Kabupaten Sidoarjo (pukul 21.00 WIB) malam ini. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

