Bertahun-tahun Setengah Miliar APBD Pamekasan Bayar Iuran BPJS Warga Meninggal Dunia

Sebesar Rp 494.000.000 uang yang bersumber dari APBD Pamekasan habis untuk membayar Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk ratusan warga Pamekasan yang meninggal dunia

08 May 2024 - 09:15
Bertahun-tahun Setengah Miliar APBD Pamekasan Bayar Iuran BPJS Warga Meninggal Dunia

Kabupaten Pamekasan, SJP - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan sebanyak 500 lebih warga Pamekasan yang sudah meninggal dunia masih rutin membayar iuran BPJS.

Sebesar Rp 494.000.000 uang yang bersumber dari APBD Pamekasan habis untuk membayar Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk ratusan warga Pamekasan yang meninggal dunia.

Anggota DPRD Pamekasan Qomarul Wahyudi mengatakan, BPK RI sangat detail terkait jumlah warga Pamekasan yang meninggal dunia, mencapai 500 orang lebih.

“Ada 500 lebih orang meninggal dunia lengkap dengan nama, alamat, tanggal dan tahun kematiannya, masih dibebani pembayaran dari APBD tahun 2022,” ucapnya.

Harusnya, kata Wahyu, Pemkab Pamekasan menghapus data orang meninggal tersebut agar tidak membebani APBD.

Tercatat, sejak tahun 2018 data orang meninggal dunia masih belum dihapus dan terus dibayar BPJS Kesehatan-nya.

“Pemkab Pamekasan selalu bicara anggaran defisit. Ternyata ada anggaran yang tidak tepat yang nilainnya hampir setengah miliar mengalir ke BPJS,” ungkapnya.

Ia menilai, tidak dihapusnya data tersebut karena ada unsur kesengajaan. Dugaan itu diperkuat karena data kematian yang tidak dihapus sejak tahun 2018.

Dikatakan, andai kata data orang meninggal itu dihapus, akan ada penghematan anggaran. Sehingga anggaran yang sia-sia itu dapat dipergunakan untuk kepentingan lainnya.

“Kalau setahun atau dua tahun mungkin kami nilai teledor. Tapi ini berjalan sudah 4 tahun masih dibiarkan,” pungkasnya. (*)

Editor: Tri Sukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow