17 Ribu Siswa Baru Setingkat SMA/SMK di Jombang Ikuti MPLS
Pelaksanaan MPLS selama lima hari kerja itu, setiap sekolah diharap mengedepankan suasana belajar nyaman, aman, serta bebas dari praktik perpeloncoan maupun perundungan.
JOMBANG, SJP - Sebanyak 17.009 peserta didik baru jenjang SMA dan SMK di Kabupaten Jombang mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Acara sendiri digelar mulai Senin (13/7/2026) hingga beberapa hari kedepan.
Pelaksanaan MPLS selama lima hari kerja itu, setiap sekolah diharap mengedepankan suasana belajar nyaman, aman, serta bebas dari praktik perpeloncoan maupun perundungan.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Jombang, Ulil Muamar mengatakan kegiatan MPLS Ramah dirancang memberikan pengalaman pertama menyenangkan bagi peserta didik baru.
Sejak hari pertama, setiap sekolah diminta menanamkan nilai-nilai konstruktif mendukung tumbuh kembang peserta didik. Menanamkan semangat belajar, membangun karakter, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang menekankan penghormatan dan semangat menghargai setiap siswa.
"Anak-anak harus merasa nyaman berada di sekolah. Tidak boleh ada bullying maupun perpeloncoan. Nilai-nilai seperti salam, sopan, santun, dan saling menghormati menjadi bagian penting yang ditanamkan selama MPLS," ucap Ulil kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).
Ulil Muamar menegaskan, seluruh kepala sekolah telah mendapatkan petunjuk teknis dan arahan mengenai pelaksanaan MPLS Ramah. Cabdindik bersama pengawas sekolah terus melakukan pemantauan guna kegiatan MPLS Ramah berjalan sesuai ketentuan.
"Kami ingin peserta didik datang ke sekolah dengan semangat belajar tinggi, merasa aman, dan dapat belajar dengan gembira. Karena itu pelaksanaan MPLS akan terus dimonitor agar benar-benar sesuai aturan," tegasnya.
Senada, Kepala SMKN 1 Jombang Abdul Muntolib, menyampaikan setiap siswa baru harus memiliki kesan positif sejak kali pertama mengenal lingkungan sekolah baru. Untuk itu, pihaknya menerapkan MPLS Ramah yang bernuansa kesetaraan dan tidak merendahkan peserta didik baru.
"Dengan begitu mereka memiliki persepsi yang baik terhadap sekolah sejak awal," ungkap Abdul Muntholib.
Abdul Muntholib memastikan seluruh rangkaian kegiatan MPLS disusun bersama tim kesiswaan dan OSIS merujuk pada petunjuk teknis. Budaya perpeloncoan maupun bullying sudah tidak lagi menjadi bagian dari kegiatan MPLS di sekolahnya.
Bahkan, hari pertama kemarin siswa mendapat pembekalan dari Kejaksaan akan bahaya perpeloncoan sebagai langkah deteksi dini. Selanjutnya, pengurus OSIS berperan sebagai pendamping yang membantu adik kelas mengenal berbagai fasilitas sekolah, mulai dari perpustakaan, ruang praktik, ruang kurikulum, hingga layanan kesiswaan.
"Tugas kakak-kakak OSIS adalah mendampingi dan membimbing adik kelas agar mereka cepat mengenal lingkungan sekolah dan tidak merasa canggung," terangnya.
Pada tahun ajaran 2026/2027, SMKN 1 Jombang menerima 612 siswa baru yang tersebar di sejumlah program keahlian, di antaranya Desain Komunikasi Visual (DKV), Akuntansi, Perbankan, Manajemen Perkantoran, dan Perhotelan. Dari jumlah tersebut, sekitar 75 siswa merupakan laki-laki, sementara mayoritas peserta didik baru berasal dari jurusan DKV dan Akuntansi. (**)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

