Wisata Sumur Amber Blitar Jadi Primadona Nataru, Kunjungan Tembus 3.500 Orang per Hari
Salah satu faktor utama yang menarik minat wisatawan adalah keasrian ekosistemnya. Berbeda dengan kolam renang komersial pada umumnya, Sumur Amber menawarkan sensasi berenang di air jernih tanpa kandungan kaporit.
BLITAR, SJP — Destinasi wisata air Sumur Amber yang berlokasi di Desa Kandangan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, mencatatkan rekor kunjungan signifikan pada momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Objek wisata berbasis sumber mata air alami ini diserbu sedikitnya 3.500 wisatawan per hari, mengukuhkan posisinya sebagai destinasi favorit di wilayah Blitar Barat.
Pengelola destinasi wisata Sumur Amber, Amrulloh Abas, mengonfirmasi adanya lonjakan kunjungan yang cukup tajam dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Jika pada akhir tahun lalu angka kunjungan rata-rata berada di kisaran 2.000 orang per hari, tahun ini angka tersebut meningkat drastis hingga mencapai 3.500 pengunjung.
"Alhamdulillah, terjadi peningkatan yang sangat signifikan. Pengunjung tidak hanya berasal dari lokal Blitar, namun juga dari berbagai daerah sekitarnya seperti Kediri, Tulungagung, hingga Surabaya," ujar Abas saat dikonfirmasi, Sabtu (3/1/2026).
Salah satu faktor utama yang menarik minat wisatawan adalah keasrian ekosistemnya. Berbeda dengan kolam renang komersial pada umumnya, Sumur Amber menawarkan sensasi berenang di air jernih tanpa kandungan kaporit.
Air kolam berasal langsung dari sumber mata air alami yang mengalir secara berkelanjutan menuju saluran irigasi persawahan.
Lantai kolam sengaja dipertahankan secara alami tanpa keramik untuk menjaga autentisitas. Selain itu, lokasi yang berada di bawah naungan pohon beringin tua dan berbatasan langsung dengan hamparan persawahan memberikan atmosfer sejuk yang jarang ditemukan di pusat kota.
Dari sisi efisiensi, tarif tiket masuk yang sangat terjangkau sebesar Rp5.000 per orang menjadi daya tarik krusial bagi wisatawan keluarga. Dengan biaya tersebut, pengunjung dapat menikmati dua kolam utama dengan kedalaman 1,5 hingga 1,7 meter, sementara anak-anak dapat bermain dengan aman di area aliran irigasi dangkal sedalam 50–70 sentimeter.
Membludaknya jumlah wisatawan berdampak langsung pada akselerasi ekonomi kerakyatan di Desa Kandangan. Sektor UMKM lokal, seperti warung makanan dan jasa pengelolaan parkir, mengalami peningkatan pendapatan yang linear dengan jumlah kunjungan.
Menanggapi tren positif ini, pihak pengelola bersama Pemerintah Desa Kandangan telah memproyeksikan langkah strategis guna meningkatkan kenyamanan wisatawan di masa mendatang.
"Kami berencana menambah fasilitas penunjang seperti gazebo, perluasan akses kamar mandi, serta perbaikan akses jalan menuju lokasi wisata agar lebih memadai bagi kendaraan besar," imbuh Abas.
Guna memastikan keselamatan selama masa puncak liburan, pengelola juga telah menyiagakan petugas khusus di titik-titik rawan untuk mengawasi aktivitas berenang pengunjung, mengingat padatnya jumlah wisatawan yang hadir secara bersamaan. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

