Wisata Desa Wagos Gresik Dibekali Kesiapsiagaan Kesehatan Darurat

Fakultas Advokasi Universitas Airlangga (FK UNAIR) memberikan pembekalan kesiapsiagaan darurat bagi pengelola wisata dalam acara program kemitraan masyarakat.

02 Nov 2025 - 23:03
Wisata Desa Wagos Gresik Dibekali Kesiapsiagaan Kesehatan Darurat
Foto: Pembekalan kesiapsiagaan kesehatan darurat kepada pengelola Wisata Wagos Gresik, Minggu (2/11/2025). (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP — Destinasi Wisata Desa Gosari (Wagos) di Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, dibekali kesiapsiagaan kesehatan darurat. Adapun pembekalan itu diberikan oleh Fakultas Advokasi Universitas Airlangga (FK UNAIR) dalam acara program kemitraan masyarakat, Minggu (2/11/2025). Para pengelola wisata berkumpul dan memeragakan pembekalan kesiapsiagaan kesehatan darurat apabila pengunjung mengalami kondisi yang tidak diinginkan.

"Apabila nantinya ada kecelakaan maupun ada bencana yang terjadi di Wisata seperti Wagos ini. Semua penjaga di Wisata dibekali ilmu yang benar mengenai keselamatan darurat agar nyawa korban bisa segera terselamatkan," kata salah satu pemateri, Susilo Hariyanto.

Susilo yang sekaligus dosen vokasi Universitas Airlangga, itu juga memberikan materi mengenai kesehatan darurat seperti Resusitasi jantung paru (RJP) dan penanganan apabila korban mengalami patah tulang dengan alat bantu seperti kayu atau badai. 

Resusitasi jantung paru (RJP) sendiri adalah tindakan darurat untuk orang yang mengalami henti jantung atau henti napas, yang bertujuan menjaga aliran darah dan oksigen ke otak dan organ vital lainnya. 

Susilo menjelaskan bahwa pentingnya kesiapsiagaan penanganan korban dengan waktu yang lebih cepat. Semakin cepat akan lebih baik, ia menyebut pengelola bisa menunggu orang yang lebih kompeten atau tim medis datang ke lokasi. 

"Satu menit, nyawa korban selamat tinggal 98 persen. Apalagi dua menit, sisa nyawa korban hanya 50 persen. Kalau sudah 10 menit, sisanya tinggal 2 perssen. Semakin cepat ditangani akan peluang selamat lebih tinggi. Nantinya, sambil menunggu tim medis datang," jelasnya. 

Sementara itu, pengelola Wisata Wagos, Misbakhud Dawam, bersyukur dengan pengalaman dan wawasan yang diberikan fakultas vokasi Universitas Airlangga. Hal ini bisa nantinya bisa diterapkan apabila ada kondisi darurat dalam Wisata Alam Gosari. 

"Alhamdulillah, kami sebagai pengelola wisata tentunya senang bisa mendapatkan wawasan dan pengalaman mengenai kesehatan darurat di tempat wisata ini. Nantinya bisa kami terapkan apabila ada kondisi darurat yang terjadi tempat kami," pungkasnya. 

Selain itu, Fakultas Vokasi Universitas Airlangga juga memberikan penguatan UMKM di Wisata Alam Gosari untuk meningkatkan inovasi dan kemajuan dari tempat wisata ini ke depan agar bisa Go Internasional. (*)

Editor: Danu S 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow