Waspada TBC, Bupati Gresik Sebut Ponpes Beresiko Tinggi Penularan

TBC sendiri termasuk dalam kategori penyakit berbahaya karena bisa menyerang hampir semua organ, perlu rutin konsumsi obat hingga sembuh, dan bisa fatal jika tidak ditangani serius.

11 Dec 2025 - 17:30
Waspada TBC, Bupati Gresik Sebut Ponpes Beresiko Tinggi Penularan
Ilustrasi TBC. (Tiwa/SJP)

GRESIK, SJP — Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menekankan pentingnya kewaspadaan tinggi terhadap penyakit Tuberkulosis (TBC), terutama di lingkungan padat seperti pondok pesantren. 

TBC dikategorikan sebagai penyakit berbahaya yang dapat menyerang hampir seluruh organ tubuh dan memerlukan konsumsi obat secara rutin hingga sembuh total, serta berpotensi fatal jika tidak ditangani secara serius.

"Pondok pesantren memiliki risiko penularan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, edukasi dan pencegahan harus terus dilakukan secara masif," ujar Yani, Kamis (11/12/2025).

Menurut dia, wali santri diimbau untuk proaktif memantau kesehatan anak-anak mereka dan segera memeriksakan ke puskesmas terdekat apabila terindikasi gejala TBC. 

Ia menegaskan bahwa layanan TBC di Gresik terjamin aman dan penyakit ini dapat disembuhkan.

Saat ini, terdapat 10 puskesmas di Gresik yang menyediakan sistem one stop service untuk penanganan pemeriksaan TBC secara lengkap, gratis, dan tanpa perlu rujukan ke RSUD Ibnu Sina.

"Yang pasti TBC bisa sembuh. Saat ini ada 10 puskesmas dengan sistem one stop service yang menangani pemeriksaan TBC secara lengkap, gratis, dan tanpa perlu dirujuk ke RSUD Ibnu Sina," jelasnya.

Untuk pencegahan, Yani berpesan agar pihak pesantren menjaga lingkungan tetap sehat, memastikan pencahayaan dan ventilasi udara memadai, membatasi jumlah santri per kamar, serta membiasakan santri berolahraga minimal 30 menit setiap hari.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik, Mukhibatul Khusnah, menyatakan bahwa Gresik menargetkan percepatan eliminasi TBC lebih awal dari target nasional.

"Kami menargetkan pada tahun 2028 angka kasus TBC turun menjadi 65 per 100 ribu penduduk. Saat ini masih berada pada 199 per 100 ribu penduduk. Maka upaya pencegahan harus dilakukan bersama-sama," ungkap dia.

Dinkes Gresik telah menjalankan sejumlah strategi, seperti pendampingan intensif terhadap pasien, skrining TBC pada kasus stunting dan menjalin kerja sama dengan Tim Penggerak PKK di berbagai wilayah.

Khusnah menambahkan bahwa pemeriksaan dahak dengan Tes Cepat Molekuler (TCM) kini telah tersedia secara gratis di 10 puskesmas.

"Bukan hanya penemuan kasus, tapi juga memastikan 90 persen pasien bisa sembuh. Semua pemeriksaan, pendampingan, hingga pengobatannya dilakukan gratis," tambahnya.

Khusnah mengingatkan masyarakat bahwa meskipun TBC adalah penyakit menular, tidak perlu ada stigma berlebihan terhadap pasien. 

"Pencegahan dilakukan dengan menjaga diri, menjaga lingkungan, dan yang lebih penting, tidak mendiskriminasi," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow