Jelang Nataru, Tim TKP2MO Kota Blitar Temukan Makanan Kedaluwarsa dan Kemasan Rusak di Swalayan

Tim Koordinasi Pengawasan Pembinaan Makanan dan Obat (TKP2MO) Kota Blitar melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah swalayan dan distributor pada Kamis (11/12/2025). Hasilnya, petugas menemukan makanan kedaluwarsa dan kemasan rusak yang masih dijual bebas.

11 Dec 2025 - 17:58
Jelang Nataru, Tim TKP2MO Kota Blitar Temukan Makanan Kedaluwarsa dan Kemasan Rusak di Swalayan
Tim TKP2MO Kota Blitar saat menunjukan sejumlah produk makanan minuman dengan kondisi rusak, kedaluwarsa yang ditemukan saat kegiatan sidak. (Foto:Ninda Kinanti)

KOTA BLITAR, SJP - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Tim Koordinasi Pengawasan Pembinaan Makanan dan Obat (TKP2MO) Kota Blitar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah swalayan dan distributor pada Kamis (11/12/2025).

Inspeksi mendadak ini dilakukan untuk memastikan keamanan makanan dan minuman yang beredar di pasaran.

Dalam sidak tersebut, tim menyasar tiga lokasi. Yakni sebuah swalayan di Jalan Ir. Soekarno, swalayan di Jalan Ahmad Yani dan distributor makanan minuman di Jalan Jati. Hasilnya, petugas menemukan sejumlah makanan minuman kedaluwarsa dan kemasan rusak.

Beberapa produk kedaluwarsa ditemukan di swalayan Jalan Ahmad Yani. Kemudian, minuman dengan kemasan rusak atau penyok ditemukan di swalayan dan distributor yang didatangi tim.

"Kami meminta kepada pengelola swalayan segera menarik makanan minuman yang kedaluwarsa maupun kemasan rusak dari etalase," terang Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar Endang Purwono, Kamis (11/12/2025).

Endang menjelaskan tim langsung memberikan teguran dan pembinaan kepada pengelola swalayan yang kedapatan menjual produk tidak layak konsumsi. Menurutnya, pembinaan kepada pengelola swalayan terus dilakukan, namun masih saja ditemukan pelanggaran serupa di lapangan.

"Menjelang hari besar, konsumsi masyarakat selalu meningkat. Karena itu, kami rutin menggelar sidang untuk memastikan makanan dan minuman yang dijual aman dikonsumsi," jelasnya.

Sementara itu, Supri salah satu pengawas di swalayan Jalan Ahmad Yani memastikan produk makanan minuman yang kedaluwarsa maupun yang kemasannya rusak sudah ditarik dan dikembalikan ke distributor.

Terkait dengan hal ini, pihaknya mengakui ada unsur kelalaian dari pekerja di swalayan tersebut.

"Mungkin ada kelalaian, ada barang kedaluwarsa belum ditarik. Kedepan kami akan lebih ketat dan sering melakukan pengecekan," imbuhnya. (*) 

Editor: Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow