Waspada Myasthenia Gravis: Penyakit Autoimun Serius yang Perlu Penanganan Cepat
Myasthenia gravis adalah penyakit autoimun yang dapat menyebabkan kelemahan otot serius hingga kematian. Gejalanya sering disalahartikan sebagai kelelahan. Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi dan menjaga kualitas hidup pasien.
SUARAJATIMPOST.COM—Dokter spesialis saraf dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr. Ahmad Yanuar Safri, mengingatkan bahwa myasthenia gravis (MG) adalah salah satu penyakit autoimun yang dapat mengancam nyawa dan menurunkan produktivitas penderitanya.
Untuk menjaga kualitas hidup pasien, penyakit ini harus ditangani dengan pengobatan yang tepat, berkelanjutan, dan dapat diakses oleh semua kalangan.
Myasthenia gravis merupakan gangguan autoimun kronis yang menyerang sambungan saraf dan otot. Penderitanya mengalami gejala berupa kelopak mata turun, penglihatan ganda, suara menjadi sengau, serta kesulitan menelan. Gejala-gejala ini sering kali dianggap remeh oleh masyarakat dan dikira hanya akibat kelelahan atau stres biasa.
Dokter Ahmad Yanuar menegaskan bahwa selain berisiko fatal, MG juga bisa berdampak besar terhadap kehidupan sehari-hari penderita.
“Penyakit ini juga menurunkan produktivitas kerja, membatasi aktivitas sosial dan pada akhirnya menimbulkan dampak negatif ekonomi dan sosial bagi pasien dan keluarganya,” jelas dokter Ahmad Yanuar, dikutip dari beritasatu.com, Senin (14/7/2025).
Pernyataan serupa disampaikan oleh dr. Zicky Yombana, seorang dokter spesialis saraf sekaligus penyintas MG. Ia menyoroti bahwa masyarakat masih sering mengabaikan gejala awal, seperti kelopak mata yang turun secara tiba-tiba atau perubahan suara menjadi sengau.
Hal ini diperparah oleh kebiasaan masyarakat untuk mencari diagnosa sendiri lewat internet, tanpa berkonsultasi langsung dengan tenaga medis.
“Di era digital ini banyak yang terjebak dalam ‘Dokter Google', mencoba mendiagnosis diri sendiri dan menunda konsultasi medis ke dokter yang padahal krusial,” katanya.
Sebagai orang yang mengalami langsung penyakit ini, dr. Zicky menekankan pentingnya mendeteksi penyakit lebih awal melalui pemeriksaan dokter saraf.
"Saya tahu persis betapa pentingnya diagnosis dini. Jika merasakan kelemahan otot yang kadang hilang timbul, segera berkonsultasi dengan dokter saraf. Ini kunci mencegah komplikasi berbahaya seperti krisis miastenik. Sehingga ada peluang untuk kembali hidup secara produktif,” pungkas dr. Zicky. (**)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

