Waspada! Jalur Wisata Perbukitan Mojokerto Diterjang Longsor, BPBD Peringatkan Potensi Susulan
Peristiwa di Desa Claket ini bukan satu-satunya. Di hari yang sama, tanah longsor juga dilaporkan terjadi di Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas. Tren peningkatan bencana ini memicu peringatan keras dari otoritas terkait.
MOJOKERTO, SJP — Cuaca ekstrem berupa hujan intensitas tinggi disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Mojokerto kembali memicu bencana hidrometeorologi.
Jalan akses wisata yang terletak Desa Claket, Kecamatan Pacet, diterjang tanah longsor pada Senin (2/2/2026) petang, yang menyebabkan akses transportasi warga sempat lumpuh total akibat tertimbun material tanah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi pada pukul 17.15 WIB.
Berdasarkan data BMKG Juanda, wilayah tersebut memang tengah diguyur hujan sedang hingga lebat yang memicu labilnya struktur tanah.
"Curah hujan yang tinggi menyebabkan tanah di lokasi menjadi labil. Material longsor menutup akses jalan dengan dimensi panjang 15 meter, tinggi 3 meter, dan ketebalan mencapai 1 meter," ujar Khakim saat dikonfirmasi, Selasa (3/2/2026).
Meski material longsoran cukup tebal hingga menutup badan jalan, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini.
Petugas melakukan evakuasi material secara manual dan mekanis guna mempercepat pembukaan akses jalan.
Berkat koordinasi lintas sektoral, jalur yang sempat terputus berhasil dibersihkan dan dinyatakan aman untuk dilalui kendaraan pada pukul 21.00 WIB.
Peristiwa di Desa Claket ini bukan satu-satunya. Di hari yang sama, tanah longsor juga dilaporkan terjadi di Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas. Tren peningkatan bencana ini memicu peringatan keras dari otoritas terkait.
BPBD Kabupaten Mojokerto mengimbau masyarakat, terutama yang bermukim di daerah lereng dan perbukitan, untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra selama puncak musim hujan.
"Warga diminta proaktif melaporkan indikasi retakan tanah atau potensi longsor kepada perangkat desa setempat guna meminimalisir risiko fatalitas di kemudian hari," pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

