Waspada Bahaya Pladu, BPBD Kota Kediri Kerahkan Personel Siaga dan Patroli Susur Sungai Brantas
Tidak hanya membawa ikan mabuk, arus pladu juga membawa sampah dan lumpur. Selain itu, pladu juga membuat debit dan arus sungai Brantas meningkat. Karena itu, masyarakat yang mencari ikan di sepanjang sungai Brantas diminta untuk berhati-hati.
KOTA KEDIRI, SJP - Warga Kota Kediri diminta waspada dan berhati-hati selama momen pladu (flushing). Seperti diketahui pladu merupakan momen dimana pintu Bendungan Lodoyo, Blitar dan Bendungan Wlingi dibuka membersihkan sedimen.
Tidak hanya membawa ikan mabuk, arus pladu juga membawa sampah dan lumpur. Selain itu, pladu juga membuat debit dan arus sungai Brantas meningkat. Karena itu, masyarakat yang mencari ikan di sepanjang sungai Brantas diminta untuk berhati-hati.
"Harus hati-hati, karena pladu itu identik dengan arus kencang, debit tinggi, air keruh. Jadi kalau terpleset sedikit masuk bahaya, jadi harus hati-hati. Jangan cuma mencari ikan saja, keselamatan diutamakan," tutur Kalaksa BPBD Kota Kediri Joko Arianto, Senin (18/5/2025).
BPBD Kota Kediri juga menyiapkan posko siaga khusus di taman Brantas, sebagai langkah antisipasi. Posko ini juga menjadi tempat dua perahu karet disandarkan, jika sewaktu-waktu diperlukan untuk pertolongan darurat.
"Kita siapkan dua perahu beserta kelengkapannya dan alat-alat pertolongan, perlengkapan untuk pertolongan pertama di air kita siapkan semuanya. Personel yang terlibat sekitar 30 orang, dari BPBD, TNI - Polri, kemudian rumah zakat, PMI dan RAPi," jelasnya.
Personel siaga ini akan berada di pos tersebut sampai besok, sekitar pukul 8 pagi. Peningkatan arus dan debit sungai sendiri diperkirakan akan terjadi secara bertahap sampai nanti malam.
"Sore sampai malam tinggi. Nanti teman-teman RAPI akan menginformasikan. Selain itu nanti personel siaga akan melakukan patroli air setiap beberapa jam menyusuri Sungai Brantas," tambah Joko lagi.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kota Kediri juga telah berkirim surat kepada kepala kelurahan yang dilewati oleh sungai Brantas, untuk diteruskan ke warga agar mengutamakan keselamatan dan kehati-hatian di pinggir sungai Brantas.
Terutama di lokasi yang sering digunakan untuk mencari ikan seperti Jembatan Lama Kota Kediri, Jembatan Brawijaya serta kawasan dekat Masjid Agung.
"Jangan sampai terlalu ke pinggir sungai, hati-hati, jaga jarak, utamakan keselamatan," tegas Joko.
Sebelum ini, BPBD Kota Kediri juga memberikan sosialisasi di titik penyeberangan sungai (tambangan) di wilayah Manisrenggo.
"Bila debitnya naik nanti kita himbau supaya berhenti dulu, sampai normal baru beroperasi lagi," ungkapnya.
Joko Arianto bersama PJ Sekda Kota Kediri sendiri, telah melakukan patroli bersama untuk memberikan imbauan kepada masyarakat di sekitar Sungai Brantas.
"Ini adalah bentuk kepedulian dari pemerintah kota Kediri melalui BPBD untuk mitigasi, kesiapsiagaan, edukasi supaya meminimalisir terjadinya adanya korban," pungkas Joko. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

