Wacana MBG dari Zakat, Baznas Malang : Kami Kurang Setuju, karena Fokus Zakat untuk Mustahik

Baznas Kabupaten Malang tegaskan dana zakat hanya untuk fakir miskin, wacana MBG masih perlu kajian mendalam.

31 Jan 2025 - 07:59
Wacana MBG dari Zakat, Baznas Malang : Kami Kurang Setuju, karena Fokus Zakat untuk Mustahik
Ketua Baznas Kabupaten Malang, KH Khoirul Hafidz Fanani (Hafid/SJP)

MALANG, SJP - Wacana program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan dalam pembahasan program sosial di Kabupaten Malang. 

Program ini disebut-sebut juga melibatkan Badal Amil Zakat Nasional (Baznas) agar bisa memberikan andil dalam perjalanan MBG.

Namun, Ketua Baznas Kabupaten Malang, KH. Khoirul Hafidz Fanani, menegaskan, penerapan program ini harus dipertimbangkan dengan hati-hati, terutama jika menyangkut penggunaan dana zakat.

“Kan itu wacana, belum tentu terjadi. Namun, kalau itu (MBG) memakai dana zakat, kita kurang setuju, karena zakat untuk masyarakat fakir miskin,” ujar Hafidz Fanani saat ditemui awak media, Kamis (30/1/2025).

Menurutnya, dana zakat memiliki aturan yang ketat dalam penggunaannya, yakni untuk mustahik, seperti fakir miskin, duafa dan tidak boleh menyimpang dari prinsip syariat Islam. 

“Kalau MBG dilaksanakan, bisa saja yang makan bukan fakir miskin saja. Jadi, penggunaan dana zakat harus benar-benar sesuai aturan dan diprioritaskan untuk mereka yang membutuhkan,” tambahnya.

Meski begitu, Hafidz Fanani tidak menutup kemungkinan program MBG dapat dijalankan dengan sumber dana lain yang lebih fleksibel, seperti infak atau sedekah. 

Namun, ia menegaskan bahwa pengelolaan dana tersebut harus tetap transparan dan memiliki target yang jelas untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Di tengah wacana MBG, Baznas Kabupaten Malang tetap fokus menjalankan program prioritasnya, salah satunya adalah bedah rumah.

Pada tahun 2025, BAZNAS menargetkan membangun atau memperbaiki 500 unit rumah tidak layak huni di Kabupaten Malang dengan alokasi dana sebesar Rp 15 juta per unit. Program ini bertujuan memberikan hunian yang layak bagi keluarga kurang mampu.

“Kami punya target 500 rumah di tahun ini. Setiap rumah mendapat bantuan Rp 15 juta, tapi sering kali berkat gotong royong masyarakat, hasil akhirnya bisa lebih dari itu, bahkan mencapai Rp 20-25 juta,” jelasnya.

Proses bedah rumah dimulai dengan pengajuan dari masyarakat disertai Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan atau desa. 

Setelah itu, tim Baznas akan melakukan survei untuk memastikan kelayakan bantuan.

"Kami punya tenaga lapangan untuk survei, dan sering kali warga sekitar juga ikut membantu. Gotong royong ini membuat hasil pembangunan menjadi lebih baik," ujarnya.

Hafidz Fanani juga mengapresiasi semangat kebersamaan masyarakat Kabupaten Malang. Partisipasi aktif warga setempat dalam program ini memungkinkan pembangunan rumah menjadi lebih cepat dan berkualitas. 

“Guyub rukun masyarakat Kabupaten Malang luar biasa. Ketika ada tetangga yang mendapatkan bantuan, mereka dengan sukarela membantu. Ini membuat hasil pembangunan jauh lebih baik daripada yang dianggarkan,” tambahnya.

Untuk mendukung berbagai program sosialnya, Baznas Kabupaten Malang menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp 16 miliar pada 2025, meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 11,6 miliar. 

Dana ini akan digunakan untuk berbagai program pemberdayaan, seperti bedah rumah, penyediaan gerobak usaha, hingga bantuan kesehatan bagi masyarakat yang belum tercover oleh pemerintah.

“Dengan peningkatan penghimpunan dana, otomatis bantuan yang kita berikan kepada masyarakat juga akan bertambah. Harapannya, semakin banyak masyarakat kurang mampu yang bisa terbantu,” tukasnya.

Meski wacana MBG menjadi pembahasan menarik, Baznas Kabupaten Malang tetap memprioritaskan program-program yang jelas sasarannya dan berdampak langsung bagi masyarakat fakir miskin. 

Prinsip kehati-hatian dan transparansi selalu menjadi landasan utama dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat. (**)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow