Usai Nyepi, Umat Hindu Suku Tengger Saling Memaafkan di Hari Ngembak Geni
Perayaan Hari Ngembak Geni bertujuan untuk membersihkan diri dari dosa-dosa yang telah dilakukan selama setahun terakhir.
PASURUAN, SJP — Bagi umat Hindu, Hari Raya Nyepi merupakan perayaan Tahun Baru Saka. Ada banyak rangkaian kegiatan yang dilaksanakan sebelum dan sesudahnya. Salah satunya rangkaian Hari Ngembak Geni.
Salah seorang tokoh masyarakat Tengger di Kecamatan Tosari, Agus Setiya Wardana menuturkan, Hari Ngembak Geni dirayakan sehari setelah Hari Raya Nyepi sebagai penutup rangkaian perayaan Tahun Bara Saka.
“Hari Ngembak Geni merupakan pinanggal kaping kalih sasih kadasa (hari kedua bulan kesepuluh dalam kalender Hindu). Umat Hindu akan silaturahmi dan saling memaafkan serta diadakan Tirtayatra ke pura yang ada di seluruh Jawa Timur," tuturnya, Selasa (8/4/2025).
Agus menjelaskan, Ngembak Geni bertujuan membersihkan diri dari dosa-dosa yang telah dilakukan selama setahun terakhir. Selain itu, untuk mengharapkan keselamatan dan kesejahteraan bagi masyarakat Tengger.
Ngembak Geni dirayakan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan nenek moyang masyarakat Tengger. Hal itu merupakan contoh kearifan lokal yang masih dipertahankan oleh masyarakat Tengger.
"Ngembak Geni merupakan kearifan lokal suku Tengger yang banyak mengandung nilai kebersamaan dan solidaritas. Tradisi ini juga sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan nenek moyang masyarakat Tengger," pungkasnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

