Update Kasus Pengeroyokan Gangster di Gresik, Seorang Pelaku Asal Surabaya Diringkus
Usai aksi pengeroyokan, pelaku berupaya membawa kabur handphone korban seusai aksi pengeroyokan.
GRESIK, SJP – Kasus pengeroyokan yang melibatkan sekelompok gangster di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, berlanjut penambahan tersangka berinisial PRP alias Pasha (19) asal warga Kota Surabaya.
Tersangka yang ikut serta melakukan pengeroyokan bersama belasan rekannya di dua tempat kejadian perkara (TKP) Kecamatan Dukun dan Panceng, ditangkap di wilayah Desa Pongangan, Kecamatan Manyar.
Resmob Satreskrim Polres Gresik, Ipda Andi Muh Asyraf Gunawan, mengatakan pelaku berperan membawa kabur handphone korban seusai aksi pengeroyokan.
“Benar, pelaku membawa kabur tas milik korban, beserta handphone yang berada di dalamnya," kata Ipda Andi, Selasa (27/1/2026).
Ipda Andi mengatakan, tersangka sudah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik. Tersangka mengaku handphone tersebut telah diserahkan kepada dua orang daftar pencarian orang (DPO) lainnya yakni inisial DVT dan RZL yang hingga saat ini masih dalam pengejaran oleh pihak kepolisan.
"Dari 8 tersangka, sudah ada 6 yang kami amankan. Sisa 2 DPO lainnya yang masih terus kami kejar," ungkapnya.
Ipda Andi menjelaskan, bahwa tersangka ditetapkan sebagai DPO setelah berulangkali mangkir dari panggilan penyidik.
Pelariannya berakhir setelah petugas menangkapnya di sebuah kost yang berada di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar.
Diketahui sebelumnya, Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya mengungkap, bahwa aksi pengeroyokan itu diinisiasi tersangka Yusrisfan Faharizi alias Somad (26) warga Kebomas.
Ia ditangkap di wilayah Mojokerto dan dihadiahi timah panas akibat melawan petugas.
Selain 8 orang yang terlibat, terdapat 5 anak di bawah umur yang sempat diamankan lantaran berada di dalam konvoi. Namun, mereka hanya diberi sanksi wajib lapor, sebab tak ikut dalam aksi pengeroyokan.
Adapun komplotan gangster itu mengeroyok dua pria dan merampas handphone milik beberapa warga.
Sempat terekam kamera CCTV, salah satu korban pengeroyokan mengalami luka robek di punggung akibat sabetan senjata tajam. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

