Upaya Jaga Kamtibmas Jelang Ramadan, Polisi Nganjuk Gandeng Pendekar Silat

Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan antarperguruan silat, serta menjaga situasi kondusif di wilayah Patianrowo.

19 Feb 2025 - 22:05
Upaya Jaga Kamtibmas Jelang Ramadan, Polisi Nganjuk Gandeng Pendekar Silat
Forkopimcam Patianrowo menggelar silaturahmi dengan ranting perguruan silat di bawah naungan IPSI Kecamatan Patianrowo pada Selasa (18/2/2025) di Pendopo Kecamatan Patianrowo. (Foto Humas Polres Nganjuk For SJP)

NGANJUK, SJP - Kabupaten Nganjuk dikenal dengan kekayaan budayanya, salah satunya adalah seni bela diri, yakni pencak silat, yang hingga kini tetap dilestarikan. 

Khususnya di Nganjuk, pencak silat telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat, diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.

Banyak generasi muda turut melestarikan warisan ini dengan mendirikan komunitas atau kelompok yang memfasilitasi latihan dan pengembangan pencak silat.

Konflik antarperguruan yang berujung pada kekerasan menciptakan citra negatif terhadap pencak silat, Polres Nganjuk melalui Polsek Patianrowo bersama unsur Forkopimcam Patianrowo, menggelar silaturahmi dengan ranting perguruan silat di bawah naungan IPSI Kecamatan Patianrowo, pada Selasa (18/2/2025) di Pendopo Kecamatan Patianrowo. 

Kegiatan ini dihadiri Kapolsek Patianrowo AKP Edy Suwanda, Danramil Patianrowo Kapten Inf Joko Hari Susanto, Camat Patianrowo Widi Cahyono, serta perwakilan berbagai perguruan silat yang aktif di wilayah Patianrowo.

Kapolres Nganjuk AKBP Siswantoro menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan antarperguruan silat, serta menjaga situasi kondusif di wilayah Patianrowo.

"Polres Nganjuk terus berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadan. Kami mengajak seluruh perguruan untuk menjaga persaudaraan serta menghindari gesekan antar kelompok," ujarnya.

Kapolsek Patianrowo AKP Edy Suwanda, menambahkan, pihaknya akan meningkatkan koordinasi dengan seluruh elemen masyarakat. 

"Kami berharap para ketua ranting dapat menyampaikan imbauan kepada anggotanya agar tidak melakukan konvoi, balap liar, atau kegiatan yang dapat memicu konflik. Mari kita jaga Patianrowo tetap aman dan kondusif," tegasnya.

Dalam kegiatan ini, peserta menyepakati beberapa aturan, seperti larangan penggunaan atribut perguruan dalam kegiatan di jalan raya dan pembagian takjil agar tidak menimbulkan gangguan lalu lintas. 

Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk komitmen menjaga kerukunan dan ketertiban di wilayah Patianrowo. (**)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow