Unjung-Unjung, Tradisi Surabaya yang Menghidupkan Semangat Kebersamaan Idulfitri

Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah ritual sosial yang mempererat hubungan antarindividu dan antarkomunitas seusai salat Idulfitri.

19 Mar 2026 - 15:00
Unjung-Unjung, Tradisi Surabaya yang Menghidupkan Semangat Kebersamaan Idulfitri
Ilustrasi idulfitri. (Freepik)

SURABAYA, SJP– Di tengah hiruk-pikuk Kota Surabaya, Jawa Timur, tradisi unjung-unjung tetap menjadi bagian integral dalam perayaan Idulfitri. 

Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah ritual sosial yang mempererat hubungan antarindividu dan antarkomunitas seusai salat Idulfitri.

Tradisi unjung-unjung umumnya dilakukan oleh generasi muda sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang lebih tua. 

Suasana Lebaran menjadi lebih meriah dengan tradisi pemberian uang kepada anak-anak serta saling bertukar hidangan khas antar-keluarga.

Seorang warga Surabaya, Bonang, mengungkapkan bahwa unjung-unjung menjadi momen penting untuk menjaga hubungan sosial di tengah kesibukan kota.

"Tradisi ini tetap dijaga sebagai cara mempererat kedekatan antarkeluarga dan lingkungan sekitar," ungkapnya, Rabu (18/3/2026) malam.

Selain memperkokoh ikatan keluarga, unjung-unjung juga menjadi simbol ukhuwah islamiah yang mempersatukan umat Muslim. 

Di permukiman padat, tradisi ini membuka ruang interaksi sosial yang efektif, memperkuat solidaritas, serta kebersamaan antarwarga.

Tradisi unjung-unjung diyakini telah ada sejak zaman Sultan Agung. Seiring waktu, tradisi ini berkembang dan berpadu dengan kebiasaan lokal seperti ater-ater, yang masih bertahan kuat di kawasan perkampungan Surabaya.

Setelah sempat vakum selama pandemi tahun 2020, tradisi unjung-unjung kembali bangkit di tengah masyarakat Surabaya. 

Meski pelaksanaannya kini telah beradaptasi dengan gaya hidup modern, semangat kebersamaan dan silaturahmi yang menjadi inti tradisi ini tetap terjaga, membuktikan bahwa nilai sosial dan keagamaan tetap fundamental bagi masyarakat.

Sumber: Beritasatu.com

Penulis: Paskalis Arakat, Mahasiswa Magang Unitri 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow