Unik, Warga Probolinggo Ini Bikin Anak Suka Sayur dengan Berbalut Es Krim

Di balik es krim nya yang rasanya manis dan warna-warni yang ceria, misi utama Ika tetaplah gizi. Ia berharap inovasinya dapat diadopsi oleh banyak ibu lain, sehingga lebih banyak anak yang tercukupi kebutuhan vitaminnya dengan cara yang menyenangkan.

20 Sep 2025 - 13:02
Unik, Warga Probolinggo Ini Bikin Anak Suka Sayur dengan Berbalut Es Krim
Ika Amalia, warga Kota Probolinggo saat menunjukkan produksi es krim buatannya dari bahan sayuran (Rahmad/SJP)

KOTA PROBOLINGGO, SJP — Di tengah maraknya anak-anak yang lebih memilih sosis ketimbang bayam, atau nugget dibanding kangkung, sekelompok ibu di Kota Probolinggo punya cara jitu.

Mereka menyulap sayuran yang sering ditolak itu menjadi es krim warna-wani yang disukai anak-anak.

Inovasi ini tak hanya memuaskan selera, tetapi juga menjadi senjata rahasia untuk memastikan asupan vitamin dan mineral terpenuhi.

Dalang di balik terobosan unik ini adalah Ika Amalia, seorang warga Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan. 

Bersama Tim Penggerak PKK setempat, Ika mengubah persepsi bahwa sayur adalah musuh di piring makan. 

Es krim bayam, jagung, kangkung, hingga pokcoy kini menjadi camilan yang ditunggu-tunggu.

“Anak-anak kebanyakan tidak suka sayur, namun sangat menyukai es krim. Makanya kami berinovasi. Dan alhamdulillah, berhasil membuat anak-anak ketagihan,” ujar Ika pada Sabtu (20/9/2025) siang.

Ide briliannya terbukti sukses, saat disajikan dalam acara posyandu, es krim sayurnya selalu habis dalam sekejap. 

Tak hanya laris di lingkungannya, dalam sebulan Ika bahkan mampu menjual sekitar 1.000 cup. Harganya terjangkau, Rp 2.000 per cup kecil, dengan layanan pesan online dan gratis ongkir untuk pembelian minimal.

Kunci penerimaan anak-anak ternyata terletak pada warna. Ika paham betul daya tarik visual sangat memengaruhi keinginan mencoba.

Untuk sayuran yang warnanya cenderung pudar seperti pokcoy, ia menambahkan pewarna alami agar tampilannya lebih cerah dan menggoda.

“Anak-anak ini rata-rata tertarik dengan warnanya. Kebanyakan dari mereka tidak tahu bahan dasarnya sayur. Es krim pokcoy yang kita campur tape, kata mereka rasanya seperti alpukat,” cerita Ika sambil tertawa.

Namun, untuk sayuran yang sudah memiliki warna mencolok alami seperti jagung atau buah naga, Ika tidak menambahkan pewarna lagi, proses pembuatannya pun relatif efisien. 

Dalam satu jam, satu adonan bisa menghasilkan 100 cup es krim. Ika biasanya berproduksi 3-4 kali seminggu.

Strategi Ika sederhana: jangan beri tahu dulu. “Kadang kita sengaja tidak bilang. Tujuannya biar anak suka dan menghabiskan es krimnya. Soalnya, kalau tahu terbuat dari sayur, bisa-bisa mereka tidak mau mencoba,” paparnya.

Di balik rasa manis dan warna-warni yang ceria, misi utama Ika tetaplah gizi.

Ia berharap inovasinya dapat diadopsi oleh banyak ibu lain, sehingga lebih banyak anak yang tercukupi kebutuhan vitaminnya dengan cara yang menyenangkan. 

Atau, paling tidak, mereka bisa memesan es krim ajaibnya.

“Yang penting, asupan nutrisi dari sayur bisa diserap anak-anak. Itu tujuan kami,” tutup Ika dengan senyum puas, sambil menyiapkan es krim bayam untuk pesanan berikutnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow