UM Gelar SUSTAIN 2025, Teguhkan Komitmen Konservasi Lingkungan dan Adaptasi Iklim
Seminar internasional ini tidak hanya berperan sebagai forum akademik, tetapi juga sebagai ruang untuk menggerakkan kesadaran publik, memperkuat jejaring internasional, dan mempercepat implementasi solusi berbasis sains.
Kota Malang, SJP – Universitas Negeri Malang (UM) kembali meneguhkan komitmennya dalam mendukung gerakan global pelestarian lingkungan dengan menyelenggarakan Seminar Internasional SUSTAIN 2025 (International Conference on Sustainable Environment and Disaster Management).
SUSTAIN tahun ini mengusung tema “Environmental Conservation and Climate Change Adaptation” dan diselenggarakan di Aula Utama Graha Rektorat UM.
Kegiatan ini menghadirkan akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, dan pegiat lingkungan dari berbagai negara untuk berdiskusi, berbagi pengetahuan, serta merumuskan solusi atas tantangan konservasi lingkungan dan adaptasi perubahan iklim.
Beberapa pemateri yang hadir, antara lain Prof. Dr. Paul Krusic dari Stockholm University, Swedia, Prof. Fumitoshi Murae dari The University of Kitakyushu, Jepang, Dr. Wartini Ng dari The University of Sydney, Australia, Dr. Khamarrul Azahari Bin Razak dari Universiti Teknologi Malaysia, dan Prof. Dr. Fatchur Rohman dari Universitas Negeri Malang, Indonesia.
Rangkaian acara meliputi presentasi hasil penelitian, diskusi panel, hingga workshop tematik yang membahas inovasi pendidikan lingkungan hidup, pengelolaan sumber daya alam, teknologi hijau, serta strategi adaptasi masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.
Ketua LPPM UM, Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si. dalam sambutannya menegaskan bahwa seminar internasional ini merupakan wujud nyata peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi terhadap penyelesaian isu-isu lingkungan global.
“Isu konservasi lingkungan dan perubahan iklim tidak bisa lagi dipandang sebagai masalah masa depan, melainkan tantangan nyata yang kita hadapi hari ini. Melalui SUSTAIN 2025, UM berkomitmen menjadi pusat ilmu pengetahuan sekaligus penggerak aksi nyata untuk keberlanjutan bumi,” ujarnya.
Selain menghadirkan pakar internasional, seminar ini juga menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa dan peneliti untuk menghasilkan rekomendasi berbasis riset yang dapat diimplementasikan di berbagai level, mulai dari komunitas lokal hingga kebijakan nasional.
Kegiatan SUSTAIN 2025 juga mengintegrasikan nilai-nilai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDG 13 – Climate Action, dengan mendorong aksi nyata dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. SDG 15 – Life on Land, melalui konservasi ekosistem daratan dan keanekaragaman hayati. SDG 17 – Partnership for the Goals, dengan membangun kolaborasi lintas negara, disiplin, dan sektor untuk mencapai tujuan keberlanjutan bersama.
Lebih lanjut, seminar internasional ini tidak hanya berperan sebagai forum akademik, tetapi juga sebagai ruang untuk menggerakkan kesadaran publik, memperkuat jejaring internasional, dan mempercepat implementasi solusi berbasis sains.
Dengan langkah ini, UM berharap SUSTAIN 2025 menjadi pijakan penting menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (0)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

