Transformasi Bandara Jember, Pangkas Harga Tiket Jakarta-Jember Hingga 30 Persen

Kehadiran fasilitas ini menjadi jawaban atas tantangan tingginya biaya operasional penerbangan yang selama ini menjadi kendala utama konektivitas udara di wilayah Jawa Timur.

15 Jan 2026 - 19:47
Transformasi Bandara Jember,  Pangkas Harga Tiket Jakarta-Jember Hingga 30 Persen
Bupati Jember Muhamad Fawait Saat di bandara Notohadinegoro Jember. (Foto : Ulum/SJP)

JEMBER, SJP – Sektor transportasi udara di Kabupaten Jember resmi tercipta hari ini. Pemerintah Kabupaten Jember secara resmi meluncurkan layanan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) pesawat di Bandara Notohadinegoro Jember, Kamis (15/1/2026).

Kehadiran fasilitas ini menjadi jawaban atas tantangan tingginya biaya operasional penerbangan yang selama ini menjadi kendala utama konektivitas udara di wilayah Jawa Timur.

Langkah strategis ini berhasil diwujudkan melalui kolaborasi intensif antara Pemerintah Kabupaten Jember, PT Pertamina Patra Niaga, dan dukungan dari Anggota DPR RI, Kawendra Lukistian.

Pencapaian ini dinilai luar biasa karena proses koordinasi hingga eksekusi penyediaan tangki BBM di bandara berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari dua minggu. 

"Jika di daerah lain proses seperti ini bisa memakan waktu berbulan-bulan, di Jember berkat kerja keras kolektif, kurang dari dua minggu fasilitas ini sudah bisa beroperasi," kata Bupati Jember Muhammad Fawait.

Kehadiran jajaran Direktur Pemasaran Pusat PT Pertamina Patra Niaga dalam peresmian ini menegaskan komitmen BUMN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebelum adanya fasilitas ini, maskapai yang melayani rute Jember harus membawa bahan bakar cadangan dari bandara asal (seperti Jakarta atau Bali) yang menambah beban berat pesawat dan meningkatkan konsumsi bahan bakar.

Hal ini berdampak pada tingginya harga tiket pesawat. Gus Fawait menjelaskan bahwa dengan adanya layanan pengisian BBM langsung di Bandara Jember, terjadi efisiensi signifikan pada biaya operasional maskapai yang berdampak langsung pada kantong konsumen.

"Harga Tiket Sebelumnya Berada di kisaran Rp2.000.000 ke atas dan Harga Tiket Terbaru Mengalami penurunan menjadi sekitar Rp1.400.000 hingga Rp1.500.000," ungkapnya.

"Ini adalah ikhtiar kita agar masyarakat Jember bisa menikmati transportasi udara dengan harga yang jauh lebih terjangkau, sesuai dengan amanat Presiden Prabowo Subianto untuk mempermudah aksesibilitas rakyat," tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Jember tidak berhenti pada penyediaan BBM. Dalam rencana strategis ke depan, Bupati mengungkapkan komitmen untuk terus meningkatkan fasilitas bandara, termasuk rencana penambahan panjang landasan pacu (runway) sejauh 300 meter.

"Peningkatan fasilitas ini diharapkan dapat Memperkuat Konektivitas dengan Membuka akses yang lebih luas menuju pusat ekonomi Jakarta dan daerah pariwisata seperti Bali," ungkapnya.

Sehingga, kata Gus Fawait, keberadaan fasilitas tersebut dapat mendorong sektor pariwisata dengan memudahkan wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Jember serta meningkatkan lertumbuhan industri kreatif mempercepat mobilitas pelaku usaha dan distribusi produk unggulan Jember ke pasar nasional.

"Alhamdulillah, Jember sudah tidak lagi tertinggal dalam hal fasilitas bandara. Ini adalah modal besar untuk memajukan ekonomi dan kesejahteraan warga kita," pungkas Bupati. (*)

Editor: Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow