Tingkatkan Standar Wisata, Pelaku Jasa Kuda Bromo Mendapat Pembinaan
Pembinaan pelaku jasa wisata kuda di Bromo jadi langkah penting menjaga kualitas pariwisata. Tak hanya soal layanan, tapi juga kesejahteraan hewan dan keselamatan wisatawan.
PROBOLINGGO, SJP – Penutupan sementara kawasan wisata Gunung Bromo dimanfaatkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo bersama Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk melakukan pembinaan terhadap para pelaku jasa wisata kuda di kawasan tersebut.
Kegiatan pembinaan ini diikuti oleh sekitar 100 pelaku usaha jasa kuda wisata. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari tata kelola penyediaan jasa wisata kuda hingga pemanfaatan kuda sebagai bagian dari atraksi wisata yang mengedepankan aspek kesehatan dan kesejahteraan hewan.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai penggunaan kuda sebagai sarana wisata yang tetap memperhatikan keselamatan pengunjung. Tidak hanya itu, Komando Latihan Marinir turut memberikan materi terkait kesadaran bela negara serta penanaman nilai cinta tanah air kepada para anggota paguyuban kuda tunggang wisata Bromo.
“Kesejahteraan hewan merupakan faktor krusial dalam menjaga keberlangsungan pariwisata kuda di Bromo. Para pemilik maupun perawat harus memiliki pemahaman yang baik terkait perawatan kuda, sehingga kondisi hewan tetap sehat dan layak digunakan untuk mendukung aktivitas wisata,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Arif Kurniadi, melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Nikolas Nuryulianto.
Lebih lanjut, drh. Niko menjelaskan bahwa kondisi kesehatan kuda tidak hanya berpengaruh pada performa hewan saat digunakan, tetapi juga berdampak langsung terhadap citra pariwisata daerah. Oleh sebab itu, aspek perawatan seperti jadwal pemberian pakan, durasi kerja kuda, hingga perawatan rutin harus diterapkan secara disiplin dan berkelanjutan.
Menurutnya, edukasi kepada para pemilik kuda menjadi langkah strategis dalam menciptakan standar pelayanan yang baik dan profesional. Dengan adanya standar tersebut, diharapkan para wisatawan mendapatkan pengalaman yang aman dan nyaman saat berkunjung ke Bromo.
“Kami ingin memastikan bahwa layanan wisata di Bromo tidak hanya menarik dari sisi pengalaman, tetapi juga memperhatikan kesehatan hewan serta keselamatan pengunjung. Hal ini penting untuk menjaga reputasi pariwisata Bromo agar tetap positif di mata wisatawan,” tambahnya.
Ke depan, pembinaan ini diharapkan tidak hanya berdampak pada pengelola jasa kuda, tetapi juga pada pelaku jasa wisata lainnya seperti pengemudi jip maupun kendaraan wisata lain agar dapat beroperasi secara tertib, profesional, dan berkelanjutan.
“Dengan meningkatnya pemahaman para pelaku wisata, diharapkan mereka semakin menyadari pentingnya standar pelayanan, legalitas usaha, serta kesehatan hewan sebagai bagian tak terpisahkan dari industri pariwisata,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

