Tim SIGAP SATWA Kendalbulur Tulungagung Siap Tangani Gangguan Hewan Liar
Tim SIGAP SATWA Satlinmas Desa Kendalbulur bertugas melakukan siaga, merespons laporan warga dengan cepat, serta melakukan penanganan awal terhadap berbagai gangguan satwa. Mulai dari evakuasi ular berbisa, penanganan sarang tawon, hingga satwa lain yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.
TULUNGAGUNG, SJP - Ancaman gangguan hewan liar seperti ular berbisa atau sarang tawon kerap membuat warga desa waswas, terutama saat muncul di area permukiman dan persawahan. Jika selama ini warga hanya mengandalkan petugas Damkar untuk mengatasi persoalan tersebut, kini warga Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, memiliki tim sendiri.
Pemerintah Desa Kendalbulur menghadirkan sebuah inovasi berbasis keamanan lingkungan dengan membentuk Tim SIGAP SATWA (Siaga Gangguan Satwa) di bawah naungan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).
Tim SIGAP SATWA ini telah dibentuk sejak awal tahun 2025 lalu, dan hingga kini terus aktif menjalankan tugasnya. Kehadiran tim ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Desa Kendalbulur dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi warganya, khususnya dari potensi bahaya hewan liar yang bisa muncul kapan saja.
Secara khusus, Tim SIGAP SATWA Satlinmas Desa Kendalbulur bertugas melakukan siaga, merespons laporan warga dengan cepat, serta melakukan penanganan awal terhadap berbagai gangguan satwa. Mulai dari evakuasi ular berbisa, penanganan sarang tawon, hingga satwa lain yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.
Komandan Satlinmas Desa Kendalbulur, Uri, menyebut, kegiatan siaga Satlinmas melalui Tim SIGAP SATWA telah berjalan lebih dari satu tahun dan kini menjadi agenda rutin Satlinmas desa.
“Tim SIGAP SATWA ini sudah berjalan lebih dari setahun. Alhamdulillah, manfaatnya sangat dirasakan oleh warga desa. Setiap ada laporan gangguan hewan liar, Satlinmas bisa bergerak cepat sehingga warga merasa lebih aman dan terlindungi,” ujar Uri, Sabtu (31/1/2026).
Menurutnya, kecepatan respons dan kedekatan Satlinmas dengan warga menjadi kunci utama keberhasilan tim ini. Warga tidak lagi panik atau bertindak sendiri saat menghadapi hewan liar, karena sudah tahu harus melapor ke siapa.
Sementara itu Kepala Desa Kendalbulur, Anang Mustofa, menilai pembentukan Tim SIGAP SATWA sebagai bentuk nyata pelayanan pemerintah desa yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Pembentukan Tim SIGAP SATWA ini adalah bentuk nyata pelayanan Pemerintah Desa kepada masyarakat. Keamanan dan kenyamanan warga merupakan prioritas kami. Saya berharap Satlinmas terus menjaga kesiapsiagaan, kedisiplinan, dan pelayanan yang humanis kepada warga,” tegas Anang Mustofa.
Menariknya, seluruh sarana dan prasarana operasional Tim SIGAP SATWA bersumber dari kas Satlinmas Desa Kendalbulur. Hal ini menunjukkan kemandirian organisasi Satlinmas dalam mendukung kegiatan pelayanan serta rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap keamanan lingkungan desa.
Dengan hadirnya Tim SIGAP SATWA, Pemerintah Desa Kendalbulur berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara warga dan Satlinmas. Kolaborasi ini diyakini mampu menjaga keamanan lingkungan desa secara berkelanjutan sekaligus menjadi contoh inovasi pelayanan desa yang sederhana, namun berdampak langsung bagi masyarakat. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

